Caption Foto : Ketua APTR saar menyerahkan manten tebu ke GM PG Tjoekir

mediapetisi.net -;Tasyakuran Buka Giling Tahun 2025 PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula Tjoekir dengan tema “Harmonisasi dan Sinergi Menuju Sukses Giling 2025”. Ditandai dengan penyerahan tebu manten dari petani tebu kepada General Manajer Pabrik Gula Tjoekir Abdul Azis Purmali. Dihadiri Perwakilan Direktur Utama SGN, Kepala General Manager Regional Jatim, Staf Ahli, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinaskertrans, Forpimcam Diwek, Perwakilan BNI Jombang, Kepala Desa Cukir, serta Karyawan PG. Tjoekir. Bertempat di Gedung Graha Karya Pabrik Gula Tjoekir. Selasa (29/4/2025)

General Manager PG Tjoekir Aziz Purmali menyampaikan bahwa buka giling PG Tjoekir tahun 2025 akan dilaksanakan pada 19 Mei 2025. Sehingga semua persiapan untuk buka giling tahun 2025 telah di lakukan dengan maksimal dengan target rendemen di angka 8.

“Kami akan diverifikasi persiapan giling pada 3 Mei, dan pada tanggal 13 Mei kami akan mengoprasionalkan pabrik ini guna warming up (pemanasan) persiapan giling, setelah pabrik telah dinyatakan layak maka giling akan dilaksankan pada 19 Mei 2025. Selain itu, giling tahun 2025 penuh tantangan dengan target tebu sebanyak 430.000 ton, target ini meningkat sebesar 80.000 ton dibandingkan produksi pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 347.000 ton,” terangnya.

Sementara itu, SEVP Koordinator MKSO PT SGN (Sinergi Gula Nusantara) Imam Cipto Suyitno menyampaikan pentingnya peran petani sebagai garda utama dalam meningkatkan hasil gula. Petani tebu di Jombang sangat berperan penting, terutama di dalam wilayah Cukir. Selain itu, sangat berperan besar dalam mengembangkan produksi gula untuk Nasional.

“Perlu diketahui juga produksi gula di Jawa Timur sendiri lebih dari 50 persen dari produksi seluruh Indonesia. Artinya Jawa Timur menyumbang lebih dari 50 persen gula nasional. Maka perlunya peran sinergi antara petani dan perusahaan gula. Apalagi target yang diberikan oleh pemerintah ini naik dari tahun lalu dari 850.000 Ton fan tahun ini menjadi dari 1 juta Ton. Diharapkan paling sedikit 30.000 ton dari PG Tjoekir dan hampir 99% bahan bakunya adalah dari petani Cukir,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Jombang Warsubi yang fiwakili Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Sudiro Setiono menyampaikan PG Tjoekir menjadi salah satu penopang perekonomian Jombang yang sudah melegenda. Setiap tahunnya, PG Tjoekir selalu melakukan selamatan untuk mensyukuri masa awal produksi. Industri gula memiliki peran strategis dalam perekonomian Jombang. Selain itu, sebagai salah satu sumber pendapatan daerah sehingga keberhasilan musim giling tahun ini sangat penting bagi masyarakat Jombang.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan acara selamatan buka giling PG Tjoekir tahun 2025, serta saya mengucapkan selamat dan sukses kepada segenap keluarga besar Pabrik Gula Tjoekir atas dimulainya musim giling,” ucapnya.

Dengan diadakannya tasyakuran buka giling tahun 2025 pada saat seluruh proses produksi dapat berjalan dengan lancar, aman, serta memberikan hasil yang maksimal. Selain itu, Bupati juga berharap agar pencapaian produksi tahun ini dapat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan untuk dapat melakukan peningkatan tentunya perlu diikuti dengan semangat kerja yang lebih tinggi dari seluruh pegawai hingga jajaran direksi. Hal tersebut untuk terus mendorong produktivitas baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

“Berbagai persoalan klasik, seperti keterbatasan lahan, kekurangan bahan baku tebu yang berkualitas, dan dampak perubahan iklim. Dengan demikian menjadi pekerjaan dan tugas kita semua. Dengan digelarnya acara selamatan giling ini tidak hanya menjadi acara tasyakuran saja, tatapi juga menjadi momentum Pabrik Gula Tjoekir untuk meningkatkan kinerja menyeluruh. Mulailah dengan memperkuat sistem disetiap unit produksi. ini harus dilakukan dengan maksimal,” harapnya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Imron Rosadi menekankan pentingnya kekompakan dan gotong royong antara petani dengan pihak perusahaan, termasuk Pabrik Gula Tjoekir. Karena kekompakan dan kerukunan antar petani yang cerdas guna menghasilkan produksi yan berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi kami semua.

“Untuk itu, manajemen PG Tjoekir harus bisa berkoordinasi dengan baik dalam mengelola sistem perusahaan dan mampu melayani petani tebu dengan baik. Terpenting petani tebu dan perusahaan harus bersinergi dengan baik agar mewujudkan swasembada gula,” pungkasnya. (yn)