Caption Foto : Pj Bupati Jombang saat diwawancarai awak media

mediapetisi.net – Tanah gerak mengakibatkan belasan Kepala Keluarga (KK) dan 24 warga di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengungsi karena rumahnya rusak. Relokasi menjadi solusi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan tersebut.

“Terkait tanah gerak nanti kita evaluasi lagi, jika memang tanah itu berbahaya dan tidak bisa ditempati maka kita akan melakukan relokasi,” terang Sugiat saat diwawancarai awak media. Jumat (8/3/2024).

Menurut Sugiat, sebagian warga meninggalkan tanah kelahiran bukan perkara mudah karena di situlah seseorang memiliki selaksa kenangan yang sulit dilupakan. Oleh karena itu kesadaran warga memegang peranan penting bagi kelancaran proses evakuasi. Sehingga diperlukan komunikasi yang baik antara pemangku kepentingan pemerintahan dengan warga.

“Kita berharap warga paham, jangan sampai karena harta bendanya yang masih di lokasi tanah gerak tidak mau di evakuasi,” harapnya.

Sugiat juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal itu berkaitan dengan penyediaan lahan relokasi untuk menyelesaikan masalah ini. Karena seperti diberitakan bahwa sejumlah warga Dusun Sumberlamong, desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam mengalami kerusakan bangunan yang mereka huni akibat tanah gerak. Rumah yang telah puluhan tahun mereka tempati tampak rusak pada beberapa bagian.

“Tanah gerak di Sambirejo ini sebetulnya sudah lama, diprediksi sejak tahun 2022 dan
sudah dilakukan uji tim ahli pada Tahun 2023. Yang membuat parah ini karena hujan intensitasnya terlalu tinggi. Hari ini saya kesana untuk mengecek dan memberikan motivasi kepada warga yang terdampak,” tandas Sugiat. (yr)