Caption Foto :  Syafril Yudhi P,SP Kasi Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jombang

mediapetisi.net – Tingkatkan sektor Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melakukan upaya optimalisasi pembinaan petani perkebunan (Komoditas Tembakau, Kopi dan Tebu).

Sub sektor perkebunan merupakan salah satu penyumbang PDRB terbesar pada sektor pertanian. Pada tahun 2022 pertumbuhan PDRB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 45. 930 milyar rupiah naik dari tahun 2021 sebesar 41.747 milyar. Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja keras kita semua, terutama Bapak/Ibu yang selama ini terlibat baik langsung maupun tidak langsung terhadap usaha komoditi perkebunan di Kabupaten Jombang.

“Sedangkan tahun 2023 luas tanah tanam Tembakau seluas 5.590 hektar dan 2024 ini naik menjadi seluas 5.900 hektar. Karena kemarin itu beberapa wilayah kecamatan Ngusikan mengalami peningkatan biasanya tanam kangkung beralih ke tembakau apalagi sedang bagus dan didukung dengan suasana yang sangat mendukung walaupun cuaca kering tapi tidak menghalangii niat dan usaha tani mereka dalam budaya tembakau,” terang Syafril Yudhi P,SP Sub koordinator Produksi Tanaman Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jombang saat ditemui di kantornya. Rabu (7/2/2024)

Selanjutnya Dinas Pertanian Jombang berbagai upaya pembinaan mulai dari yang pertama kegiatan deplot pembenihan tembakau lokal. Jadi dibuat deplot pembenihan yang mana nanti hasilnya berikan secara gratis ke masyarakat di sana khususnya di utara brantas yang menanam tembakau. Kemudian pihaknya mengembangkan deplot tembakau lokal kita punya 3 varietas unggul lokal manilo, pakpie dan jinten pakpie 2.

“Tahun ini kita melaksanakan demplot itu di 5 Kecamatan kita berikan kepada masyarakat bahwa ini kita memiliki tembakau unggulan lokal yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian dan hasilnya juga bagus dari segi produksi dan profitas benihnya tahan cuaca dan hasilnya juga bagus tahun ini jika kita kompresi antara jinten pakpie dan jinten Manilo. Haganya mahal manilo makanya arah kedepannya orang-orang akan lebih suka dengan manilo daripada pakpie,” jelas Syafril.

Kemudian Dinas Pertanian dengan kerjasama dengan Badan Riset Inovasi Nasional terkait upaya pemanfaatan limbah tembakau. Selama ini daunnya, biji daun sampai dengan batang dan akar bisa dimanfaatkan. Pihaknya berkerja sama dengan BIN menciptakan inovasi dari 5 bagian tembakau itu berarti bisa diolah akarnya bisa digunakan untuk parfum batangnya bisa dibuat dengan bahan bakar sampai dengan limbah daunnya yang tidak kering bisa digunakan bahan pestisida nabati.

“Kita juga ada pelatihan-pelatihan usaha tembakau mulai dari tanam sampai dengan pelatihan panen dan pasca panen. Selain itu Dinas Pertanian juga memberikan suporting sarana dan prasarana seperti pupuk yang setiap tahun kita bantukan kepada pihak petani tembakau ini dari hasil subsidi maka dari itu melalui DBHCHT Kabupaten Jombang Dinas Pertanian mengalokasikan pupuk gratis kepada petani tembakau,” papar Syafril.

Tidak hanya itu, ada juga alat mesin pertanian seperti alat rajang tembakau, traktor dan lainnya. Pihkanya memfasilitasi kemitraan tembakau dengan Kudus dan tahun 2023 kita telah menjajaki di sana itu ada namanya industri hasil tembakau. Tembakau kita ternyata bagus sehingga kita akan melakukan MoU seperti yang dijelaskan langsung oleh Pj Bupati Jombang Sugiat. Jadi kerjasama antara Kabupaten Jombang dengan IHT (Industri Hasil Tembakau) tersebut yang ada di Kudus sehingga harapan kami produk kami diterima di sana.

“Tahun 2023 lalu sampai dengan kita memfasilitasi latihan di balai-balai yang sekiranya mereka provide terkait kegiatan tembakau seperti Balai pelatihan tembakau di pusat tembakau di Jember kita kirim untuk belajar di sana mulai dari pembuatan pupuk sampai dengan pelatihan usaha panen tembakau,” urai Syafril.

Kemudian untuk panen tebu kita bantu petani tebu dalam rangka kegiatan peningkatan sembada gula di tahun 2024 Alhamdulillah luas tanam tebu yang awalnya 9000 hektar dan sekarang 10.059 hektar di seluruh kabupaten Jombang.

Tahun ini kita berupaya untuk memberikan perawatan tebu yang sudah ditanam, bantu sarana produksinya seperti pupuk mendatangkan seluas 200 hektar. Sedangkan kopi tahun ini kita rencananya mengalokasikan dibantu dengan pusat bantuan kopi sarana prasarana panen pasca panen kopi untuk dua kelompok dan juga kita fasilitasi terkait promosi kopi hitam kemarin kopi kita.

“Alhamdulillah benar-benar mewakili Jawa Timur dalam ajang apapun yang pertama kita mewakili Jawa Timur di ajang Jatim fair kemudian kita melalui Jawa Timur di ajang Javaests kopi begitu pula kopi Jombang terpilih secara langsung oleh pemerintah Jawa Timur dipilih Gubernur. Jawa Timur mempunyai tiga kopi terbaik dari Jember dari Madiun dan dari Jombang, melalui program comunal branding sehingga ini potensi banget kita dorong pengembangan kopi Excelsa di Wonosalam mengikuti dari perwakilan Jawa Timur ada Expo ditampilkan produk-produk lokal di seluruh Indonesia kopi kita mewakili Provinsi Jawa Timur. Excelsa ternyata diminati oleh Jepang bahkan mereka ada rencana memberikan sampel di sana manakala Jepang oke kita akan ekspor,” ungkap Syafril.

Target kami di tahun akhir bulan April IG kita selesai karena akhir tahun lalu sudah dilakukan penilaian dan sidang oleh Kemenkumham maka dari itu misal iG kita keluar excelsa resmi punya Jombang saja se-Indonesia Raya kopi excelsa Wonosalam Jombang. Jadi manakala pelaku usaha di pertanian sudah terdaftar di kami di dokumen IG itu ada mereka berhak mendapatkan label IG sehingga bukan pasar lagi karena di Indonesia excelsa hanya ada di Jombang.

“Kemarin saya sudah komunikasi dan Kemenkumham dan kantor pusat Surabaya dokumen IG mereka juga senang sekali undang dengan pelaku usaha di Wonosalam insya Allah kita mereka dorong karena sudah final dalam dan hal ini merupakan upaya kita untuk ketahui kopi di Jombang,” pungkas Syafril. (yr)