Caption Foto : Antusias warga saat berebut tumpeng ikan
mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menyelenggarakan Gemarikan (Gemar Makan Ikan) bersama para siswa – siswa dan Tumpeng ikan besar Kabupaten Jombang pecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI). Dihadiri Perwakilan dari MURI, Perwakilan dari Provinsi Jawa Timur, Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Forkopimda, KH. Muwafiq, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD dan Kabag. Bertempat di Alun – alun Kabupaten Jombang. Sabtu (23/9/2023)
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan ikan merupakan salah satu makanan sehat yang penting bagi manusia namun dalam pemenuhan konsumsi ikan di kabupaten Jombang masih tergolong rendah yaitu di angka 38,39%. Persentase konsumsi ikan ini masih di bawah rata-rata provinsi Jawa Timur dan nasional padahal ikan mengandung omega 3 tinggi dan harganya lebih murah serta terjangkau yang dibutuhkan oleh remaja ibu hamil maupun ibu menyusui balita.
“Oleh karena itu dari kegiatan ini diharapkan dapat mendorong minat dan meningkatkan konsumsi lauk hewani ikan serta mengurangi angka stunting yang ada di kabupaten Jombang. Untuk mensukseskan kegiatan pecah rekor MURI disediakan 103 tumpeng ikan untuk dikonsumsi yang terdiri dari 102 tumpeng ikan dikonsumsi oleh 2023 pelajar atau siswa di kabupaten Jombang dan satu tumpeng ikan besar dengan tinggi 5 meter dan dan luas diameter 6 m akan dikonsumsi oleh masyarakat Jombang yang hadir dalam kegiatan ini,” terangnya.
Secara umum filosofi tumpeng lekat kaitanya dengan perwujudan nilai toleransi keikhlasan kebesaran jiwa dan keagungan atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Jika diperhatikan bentuk tumpeng yang mengerucut dikelilingi ikan melambangkan suatu ekosistem kehidupan sementara bentuk nasi yang mengerucut ke atas menjadi simbol keagungan sang pencipta.
“Tumpeng juga erat dengan simbol kebersamaan dan gotong royong karena memakan tumpeng itu menggambarkan suasana yang akrab guyub dan bersama-sama dalam mencapai tujuan. Saya berpesan kepada pelaku usaha maupun pedagang agar menyediakan makanan olahan yang aman bermutu dan bermanfaat untuk dikonsumsi masyarakat oleh karena itu kiranya dengan pemecah rekor kuliner akan terus terjaga dan semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat;” pesan Bupati Mundjidah.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang Nur Kamalia saat diwawancarai mengatakan, Kegiatan tumpeng ikan pecahkan Rekor MURI tersebut dalam rangka Gemarikan (gemar makan ikan) dan mensosialisasikan guna meningkatkan potensi ikan. Tumpeng sudah menjadi hal yang biasa pada umumnya lauknya ayam. Oleh karena itu, persepsinya dirubah bahwasanya ikan ditumpeng juga layak dan memiliki protein tinggi.
“Biasanya anak-anak tidak suka dengan ikan tetapi kita harus mempunyai inovasi dengan cara menjadikannya olahan berbahan ikan seperti nugget. Ditumpeng ikan terdapat 105 tumpeng dan beberapa macam ikan diantaranya Ikan lele, patin, dan bawal. Sedangkan ikan yang dibuat tumpeng tersebut sebanyak 8 kuintal, jelasnya.
Lanjutnya, Ikan mengandung protein dan DHA cukup tinggi sehingga bagus untuk ibu hamil, balita, dan lansia serta bisa mendukung penurunan stunting. Maka dari itu, calon ibu, calon anak, balita dianjurkan sekali untuk mengonsumsi ikan karena mampu meningkatkan kecerdasan. “Harapan saya kedepannya, program ini terus berjalan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Jombang karena konsumsi ikan di Jombang masih di bawah Jawa Timur,” tandas Nur Kamalia. (iin)









