Caption Foto : Wabup Sumrambah saat menghadiri perayaan Unduh – Unduh di Bongsorejo 

mediapetisi.net – Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Bongsorejo gelar Perayaan Unduh – Unduh. Dihadiri Wakil Bupati Jombang Sumrambah beserta Istri Wiwin Isnawati Sumrambah, Forpimcam Diwek, Kepala Desa Grogol. Arak-arakan Unduh dari Gereja menuju Balai Pertemuan GKJW Bongsorejo Desa Grogol Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Minggu (7/5/2023)

Wakil Bupati Jombang Sumrambah menyampaikan bahwa Kabupaten Jombang menjadi barometer, menjadi salah satu tempat studi untuk kerukunan umat beragama. Meski berbeda Agama masyarakat bisa menjalin hubungan antar umat beragama tanpa ada permasalahan, harmoni, saling menghargai, kebersamaan, kebersatuan, saling toleransi yang luar biasa.

“Ini menjadi sebuah pencerahan hampir mata dunia heran, negara besar seperti Indonesia dapat melakukan pilihan presiden, pilihan legislatif bersamaan tanpa ada pertengkaran, pertikaian. Hal ini luar biasa untuk Indonesia, karena tidak mungkin menjadi babgsa yang besar jika terpecah belah,” terangnya.

Menurut Sumrambah, unduh – unduh sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas panen hasil bumi yang mereka dapatkan. Hari raya unduh-unduh sudah menjadi tradisi warga jamaah GKJW di Bongsorejo yang digelar setiap setahun sekali. 

“Mari kita niatkan bersama dalam perayaan paskah, unduh-unduh ini diniatkan untuk bersama menjaga kerukunan, agar dapat bersama pemerintahan kabupaten Jombang dapat membawa tugas untuk Jombang kedepan yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Pendeta GKJW Bongsorejo Tri Kridhaningsih mengatakan perayaan unduh-unduh itu dilakukan setiap tahun sekali kurang lebih setelah selesai panen pertama biasanya sekitar akhir april. Untuk itu seluruh GKJW yang ada di Jawa Timur pada bulan Mei adalah bulan masa hari raya persembahan di seluruh GKJW tetapi tanggal minggunya berbeda.

“Tujuannya untuk mengingat bahwa selama ini sudah diberkati sejak lahir, unduh-unduh itu dari bahasa jawa ngundoh artinya ada sesuatu yang diambil dan sebagai manusia telah menikmati atau istilahnya mengunduh berkat Tuhan dari mulai lahir, contohnya udara yang dengan bebasnya dapat dinikmati. Tujuan hari raya persembahan ini dilakukan supaya mengingat semua yang di rasakan manusia itu karena Tuhan, jika melalui lelang natura itu adalah apa yang dulunya oleh margo, itu di persembahkan oleh gereja artinya dari Tuhan dikembalikan lagi kepada Tuhan melalui jemaat dan diikuti oleh seluruh masyarakat dusun Bongsorejo serta setiap desa kristen yang GKJW,” ungkapnya.

Lanjut Trida, rangkaian kegiatan mulai sabtu persiapan termasuk dekor dan mengambil barang peraga, serta 1 bulan yang lalu telah memberikan informasi kepada warga kalau hari raya persembahan itu tanggal 7 Mei 2023. Setelah itu persiapan pemantapan rohani, mengingatkan agar selalu ingat berkat Tuhan, persiapan kepanitiaan dan undangan, mengambil barang dari warga untuk dikumpulkan digereja dan dilakukan pencatatan, setelah ibadah ada lelang, tandasnya. (iin)