Caption Foto : Bupati Mundjidah didampingi Sekda Agus Purnomo, Kepala Dikbud Senen, Kepala DLH Miftahul Ulum dan Kasek SMPN 2 Jombang Alim saat memantau pelaksanan ANBK
mediapetisi.net – Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab didampingi Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Senen serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Miftahul Ulum memantau pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMP Negeri 2 Jombang. Senin (19/9/2022)
Kehadiran Bupati Mundjidah di SMP.Negeri Jombang disambut hangat oleh seluruh siswa beserta guru-gurunya. Para siswa sangat antusias karena dapat bertemu langsung dengan orang nomor 1 di kabupaten Jombang.
Bupati Mundjidah menyampaikan beberapa motivasi dan pesan kepada anak-anak calon penerus bangsa tersebut. Pelaksanaan kegiatan ANBK selain di SMP Negeri 2 Jombang juga dilaksanakan SMP Negeri maupun Swasta se kabupaten Jombang.

Caption Foto : Bupati Mundjidah bersama Kasek dan Siswa SMPN 2 Jombang
‘Untuk itu, saya berharap ANBK ini dapat memberi manfaat dan pengetahuan yang baru serta bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk anak – anak, terutama bagi mereka yang berasal dari pelosok. Tetap semangat belajar untuk meraih cita-cita kalian di masa depan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jombang Alim ketika diwawancarai mengatakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program pemerintah pengganti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) sebagai penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Kegiatan ANBK ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dan karakter siswa serta untuk mengetahui pelaksanaan asesmen nasional di sekolah, sesuai dengan prosedur atau tidak dan mekanisme yang ditetapkan oleh kementerian.
Selain itu, untuk memotret kualitas pendidikan di satuan pendidikan yang nantinya mengarah menjadi potret kualitas pendidikan nasional. Jadi, jumlah sampling ada 50 anak terdiri dari 45 peserta yang utama dan 5 anak sebagai cadangan, dan semuanya bisa melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik. Untuk kriteria siswa yang menjadi sampling yakni sistem dari kementerian bukan dari pihak sekolah dan kemudian sistem tersebut menghasilkan nama – nama siswa yang mengikuti ANBK.
“Untuk SMP Negeri 2 Jombang persiapannya sudah matang dan pelaksanaan tidak ada masalah. Untuk kategori anak yang ikut ANBK dan yang mengetahui hanyalah sistem dari Kemendikbud. Jadi pihak sekolah tidak berhak menentukan siswa yang mengikuti ANBK. Kami hanya menyiapkan siswa yang ditunjuk untuk mengikuti ANBK,” terang Alim
Sedangkan persiapan siswa SMPN 2 Jombang yang mengikuti ANBK, tidak perlu mendapatkan bimbingan belajar seperti menghadapi ujian nasional yang tahun lalu. Tetapi, dalam pembelajaran sehari-hari siswa harus disiapkan. Kegiatan ANBK hanya berlaku untuk siswa kelas 8 SMP. Alasan memilih siswa kelas 8 untuk mengikuti ANBK adalah pemerintah Jombang bermaksud kalau nanti ada ada kekurangan dari hasil ANBK, masih ada waktu untuk membenahi.
“Harapan saya karena ini orisinalitas atau keadaan yang sebenarnya dari yang dipotret atau mutu pendidikan tidak perlu direkayasa agar menggambarkan kualitas sebenarnya,” pungkas Alim. (iin)










