Caption Foto : Manager UP3 Mojokerto saat diwawancarai

mediapetisi.net – Manager UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) PLN Mojokerto gelar sosialisasi kompor induksi. Dihadiri Forkopimcam Jombang, Kepala Dinas terkait dan Kepala Desa Mojongapit, Candimulyo dan Lurah Kepanjen.  Bertempat di ruang Soero Adiningrat kantor Pemkab Jombang. Kamis (15/09/22)

Manager UP3 PLN Mojokerto Puguh Priyahandoko ketika diwawancarai menyampaikan, hari ini PLN Mojokerto mengadakan kegiatan sosialisasi penggunaan kompor induksi dalam rapat konfersi kompor induksi ke masyarakat Jombang. 

Sosialisasi tersebut untuk melaksanakan amanah dari pemerintah untuk melaksanakan konfersi kompor gas ke kompor induksi menggunakan listrik. Program tersebut adalah program pemerintah, jadi sebelum kenaikan harga BBM pemerintah sudah memberikan penegasan kepala PLN agar bisa tetap meng-konfersi tahapan yang dulu.

“Selain itu, tujuan awal utama kami sosialisasi yang nantinya akan ada beberapa tahapan lagi. Kami akan tetap sosialisasi di masing-masing daerah atau kelurahan dan masing-masing menerima manfaat,” terangnya.

Untuk sementara, PLN nantinya akan mendapat penugasan untuk melaksanakan konfersi dipelanggan-pelanggan yang daya listriknya 450 ataupun 900watt. Sedangkan tahapannya baru sosialisasi kepada pemerintah daerah Jombang yang mendapatkan pembaku sebanyak 13.000.

“Kemudian melanjutkan sampai tahun 2024, kalau diprogram lain PLN masih dibidang pemasaran,  kompor induksi ini memang untuk daya listriknya 450 dan 900 Watt. Jadi, penerima manfaat ini tidak perlu tambah daya. Tetapi dayanya dinaikkan ditambah dengan jalur khusus kompor induksi,” jelas Puguh.

Selanjutnya untuk isolasi kompor induksi sudah diberikan langsung oleh pemerintah lewat PLN diproduk inflansi dan kemuadian diproduksi. Sedangkan untuk keunggulan dari kompor induksi adalah lebih hemat dari pada perhitungan dari bahan lain-lainnya, aman karena tidak mengeluarkan bara api, tidak mengeluarkan percikkan api, dan juga dingin. 

“Rencana untuk di tahun 2023 ada 5 juta se-Indonesia, tahun 2024 ada 5 juta, dan tahun 2025 juga mendapatkan 5 juta. Harapannya, hampir 15 juta lebih masyarakat bisa menggunakan kompor induksi yang lebih murah,” pungkas Puguh. (iin)