Caption Foto : Forkopimcam Ngoro saat menerima silaturahmi dari Kepala Desa dan Perguruan Silat se Kecamatan Ngoro
mediapetisi.net – Forkopimcam Ngoro gelar pertemuan silaturahmi dengan Kepala Desa dan Perguruan Silat se Kecamatan Ngoro dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Bertempat di Pendopo Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Sabtu (03/09/22)
Camat Ngoro Yaumassyifa menyampaikan, untuk menyikapi isu – isu negatif yang beredar terkait bentrokan antar perguruan, dan konvoi kendaraan yang mengatasnamakan kelompok tertentu, maka Forkopimcam Ngoro adakan silaturahmi dengan Kepala Desa se Kecamatan Ngoro, FKDM, dan ketua perguruan silat di Kecamatan Ngoro beserta anggota.

Caption Foto : Camat Ngoro saat sambutan
“Ada 8 perguruan silat yang kami undang diantaranya, Cempaka Putih, Tapak Suci, Pager Nusa, Porsigal, PSHT paluh16, PSHT paluh 17, ASAD, dan IKS. Dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi antar perguruan, sehingga tercipta kerukunan, saling menghormati dan menghargai, tidak ada yang merasa paling hebat, serta komitmen menjaga kamtibmas di wilayah Kecamatan Ngoro khususnya. Terutama dalam menghadapi tahun politik 2024,” terangnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Kepala Desa se Kecamatan Ngoro sangat mendukung. Sehingga kegiatan silaturahmi ini akan dilaksanakan secara rutin disetiap bulan dengan harapan dapat menciptakan image positif bahwa pencak silat bukan kelompok yang suka kekerasan, tetapi bagian dari masyarakat yang bisa memberikan kontribusi bagi kemaslahatan umat melalui kegiatan positif seperti bakti sosial berupa donor darah, kerja bakti dan kegiatan kegiatan yang lain.
“Bulan september ini juga akan diadakan donor darah tangal 11 September 2022 tempatnya di Desa Banyuarang. Dan nantinya juga akan mengundang semua perguruan di Kecamatan Ngoro untuk berpartisipasi,” jelas Syifa panggilan akrab Camat Ngoro.
Tidak hanya itu, Syifa mengatakan, silaturahmi ini juga diisi dengan sosialisasi dari Kapolsek Ngoro, Kanit Reskrim Polsek Ngoro terkait kepatuhan pada peraturan perundang undangan agar perguruan silat khusus di Kecamatan Ngoro tidak ikut berkonvoi dan melakukan kekerasan terhadap orang maupun pengrusakan barang.
“Walaupun pengeroyokan atau perlakuan kekerasan dilakukan bergerombol masing masing individu akan diminta pertanggung jawaban. Perihal perekrutan anggota baru, setiap perguruan tinggi harus benar-benar selektif dan dibekali wawasan serta mental yang kuat agar tidak mudah terbawa emosi ketika menghadapi permasalahan diluar. Yang terpenting guyup, rukun, damai dan bermanfaat,” tukas Syifa. (lis)










