Caption Foto : Menteri BUMN dan Wagub Emil juga Bupati beserta Forkopimda  Jombang saat menghadiri sholawat di UNIPDU Rejoso

mediapetisi.net – Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang gelar Festival banjari tingkat pelajar SMA sederajat se Jawa Timur dibuka oleh Menteri BUMN RI, H. Erick Thohir ditandai dengan pemukulan gong. Dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Emil Dardak, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab beserta Forkopimda, KH.Muhammad Zaimuddin Wijaya As’ad, KH. Syahrul Jihad, KH. Zulfikar as’ad, dan KH. Rokhmatul Akbar dan Forpimcam Peterongan. Bertempat di Islamic Center Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum. Sabtu (9/4/22)

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan, kegiatan Festival banjari tingkat pelajar SMA sederajat se Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum merupakan kegiatan yang luar biasa. Selamat datang dan terimakasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang telah menghadiri kegiatan Festival banjari tingkat pelajar SMA sederajat se Jawa Timur ini.

“Alhamdulillah pada kegiatan Festival banjari tingkat pelajar SMA sederajat se Jawa timur yang di selenggarakan oleh Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ini telah di ikuti oleh 80 peserta dan pada hari Jum’at, 8 April 2022 ini terdapat 10 peserta terbaik yang akan di final. Alhamdulillah Pak Menteri juga memberikan sejumlah beasiswa kepada 50 santri,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, untuk kedepannya perekonomian Indonesia tidak lagi bertahan dan berdiri berdasarkan karena kekayaan alam seperti batu bara, minyak dan lainya. Namun Indonesia harus membangun pendidikan bagi masyarakat khususnya generasi muda penerus bangsa.

Menurut Erick, dengan berkembangnya zaman dan setiap tahunnya pasti teknologi akan terus semakin canggih dan semakin meningkat kualitanya. Maka dari itu, penting bagi generasi muda untuk bisa menggunakan teknologi dan bisa memanfaatkan peluang pekerjaan.

“Anak muda Indonesia harus bisa melihat kesempatan bagaimana mengembangkan dirinya untuk mengisi pekerjaan pekerjaan jenis baru yang jumlahnya 17 juta sampai tahun 2030 tetapi harus tahu yang namanya teknologi. Kita perlu tahu yang namanya data saintis, kita perlu yang namanya generasi muda yang mengerti artinya face intelejen, kita perlu mining saintis,” tegasnya.

Lanjut Erick, Apabila Indonesia tidak bisa menciptakan generasi muda dan mengambil generasi muda yang memahami data saintis, face intelejen, dan mining saintis maka generasi muda tersebut akan di ambil oleh orang lain dan di ambil bangsa lain, tandasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ketika diwawancarai mengatakan, dengan menghadiri acara festival banjari di bulan Ramadan bisa menjadi sebuah wadah untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang produktif, meningkatkan kualitas keimanan ketakwaan dan menjadi sebuah momentum untuk meningkatkan eksistensi pondok pesantren sebagai epicentrum untuk meningkatkan masyarakat.

“Tentunya kita berharap bahwa hal ini akan memiliki kreativitas kepercayaan diri kemudian juga keberanian mengambil resiko karena itulah karakter karakter yang harus dimiliki jika kita ingin bisa menghadapi persaingan masa depan,” pungkasnya. (lis)