Caption Foto : GM dan Jajaran Manager PG Djombang Baru
Jombang, mediapetisi.net – Pabrik Gula (PG) Djombang Baru telah menyelesaikan proses giling Tahun 2026 pada hari Jumat, 9 Oktober 2026.
Pencapaian tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan operasional musim giling tahun ini, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan mempersiapkan peningkatan kinerja pada musim giling mendatang.

General Manager PG Djombang Baru Adisolech Wicaksono Andikarto menyampaikan berakhirnya musim giling ini bukan sekadar penanda selesainya proses produksi, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi, serta mendorong efisiensi dan produktivitas perusahaan.
“Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, petani tebu, mitra kerja, serta seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran proses giling Tahun 2026,” ungkapnya.
Keberhasilan menyelesaikan musim giling merupakan hasil dari kerja sama, komitmen, dan sinergi seluruh elemen yang terlibat. Setiap kontribusi, dedikasi, serta upaya yang diberikan menjadi bagian penting dalam mendukung kelangsungan operasional perusahaan.
Dengan berakhirnya musim giling bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari langkah baru untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan mempersiapkan musim giling berikutnya agar lebih baik.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan giling Tahun 2026. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan kinerja perusahaan yang semakin baik,” ujar Adisolech.
Semoga pencapaian musim ini menjadi bekal berharga untuk menyongsong musim berikutnya dengan hasil yang lebih baik, mengedepankan keselamatan kerja, serta mewujudkan operasional yang semakin efisien, produktif, dan berkelanjutan.
“PG Djombang Baru berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat sinergi dengan petani dan mitra kerja, serta menjadikan hasil evaluasi musim giling sebagai landasan perbaikan berkelanjutan,” pungkas Adisolech. (yn)





