Home / Sosial / Kontribusi PT SGN di KDKMP, Perkuat Perekonomian Masyarakat

Kontribusi PT SGN di KDKMP, Perkuat Perekonomian Masyarakat

Caption Foto : Dirut PT SGN saat melakukan transaksi pembelian di KDKMP

Jombang, mediapetisi.net – Danrem 082 Kolonel Inf Batara Alex meresmikan 8 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang.
Didampingi Bupati Jombang Warsubi, Direktur Utama Holding Denaldy Mulino Mauna, Direktur Aset Holding Komjen Pol (Purn) Agung Setya Imam Effendi, Direktur Utama SGN Mahmudi, Komisaris Utama SGN Dedi Supratman, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav. Dicky Prasojo, Forkopimda, Forkopimcam, dan Kepala Desa. Kamis (15/10/2026)

Delapan KDKMP yang diresmikan di Kecamatan Mojoagung dan Kecamatan Mojowarno. Di Kecamatan Mojoagung diantaranya KDKMP Seketi, KDKMP Johowinong, KDKMP Karobelah, dan KDKMP Betek. Sementara di Kecamatan Mojowarno diantaranya KDKMP Catak Gayam, KDKMP Rejoslamet, KDKMP Japanan dan KDKMP Menganto.

Direktur Utama Holding Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan, peresmian KDKMP tersebut menjadi langkah untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga kompetitif, penyaluran pupuk bagi petani, hingga peluang pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Kehadiran KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi wadah pengembangan usaha masyarakat dan penguatan ekonomi desa,” harapnya.

Sedangkan ketersediaan barang, terutama kebutuhan pokok bersubsidi, harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan koperasi. Pengelola perlu memastikan stok barang tetap tersedia dan melakukan antisipasi sebelum persediaan habis.

“Barang-barang bersubsidi, terutama, harus tetap ada. Kita harus memastikan ketersediaannya. Kalau barang sudah mau habis, harus diprediksi dari sebelumnya,” ujar Denaldy.

Menurut Denaldy, harga produk yang tersedia di KDKMP juga perlu dijaga agar tetap kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, ia mengapresiasi upaya mengurangi penggunaan kantong plastik dengan membiasakan masyarakat membawa tas belanja sendiri.

“Kalau saya cek sementara, harganya cukup kompetitif dan aman untuk kantong kita. Penggunaan kantong plastik harus dikurangi. Sudah seharusnya kita membudayakan membawa kantong sendiri,” terangnya.

Sementara itu, Komisaris Utama SGN Dedi Supratman menyampaikan apresiasinya terhadap operasional KDKMP yang dinilai telah berjalan dengan baik. Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah hal yang perlu disempurnakan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Alhamdulillah, KDKMP berjalan lancar seperti minimarket pada umumnya. Hanya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan itu sudah saya sampaikan,” ungkapnya.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan, sehingga koperasi dapat memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Dari sisi pengembangan sistem pelayanan, Danrem 082 Kolonel Inf Batara Alex Bulo menyebutkan pentingnya penyesuaian terhadap perkembangan zaman, termasuk penerapan transaksi nontunai. Menurutnya, sistem pembayaran perlu terus dikembangkan agar pelayanan koperasi semakin mudah dan mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah akan mempersiapkan agar semuanya lebih mudah. Kita akan segera menyesuaikan untuk mengikuti perkembangan zaman, yaitu menggunakan uang non tunai.. Untuk pembelian dalam jumlah banyak tidak serta-merta mendapatkan potongan harga. Namun, terdapat selisih harga sekitar Rp2.000 yang perlu dipahami sesuai dengan ketentuan produk yang berlaku,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa KDKMP memiliki potensi untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Sejumlah komoditas yang tersedia antara lain beras, gula, minyak goreng, LPG, dan pupuk.

“Di KDKMP ini juga menyalurkan pupuk agar semua petani bisa menikmati. Harapannya, koperasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.

Warsubi juga mendorong agar KDKMP dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM desa untuk memasarkan produk mereka. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berperan sebagai penyedia kebutuhan pokok, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. “alau di desa ada UMKM, produknya bisa dimasukkan ke KDKMP,” katanya.

Melalui keberadaan tujuh KDKMP tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang diharapkan dapat memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal. Ketersediaan kebutuhan pokok, dukungan bagi sektor pertanian, serta pemasaran produk UMKM menjadi bagian penting dalam mewujudkan koperasi yang produktif dan berkelanjutan.

“Peresmian ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong pengelolaan KDKMP yang profesional, menjaga ketersediaan barang, mempertahankan harga yang kompetitif, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, KDKMP mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jombang,” pungkas Warsubi. (yn)