Caption Foto : Kepala DKPP Jombang Bambang Sriyadi saat meninjau peserta membuat olahan ikan
Jombang, mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) kembali melaksanakan Bimbingan Teknis Pengolahan Hasil Perikanan bagi Desa Penghasil Tembakau. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Balai Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang Bambang Sriyadi menyampaikan bimbingan teknis pengolahan hasil perikanan bagi desa pengahasil tembakau diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari istri petani tembakau, buruh tani, kader PKK Desa, dan pelaku usaha serta pelatihan khusus untuk anggota Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) binaan DKPP Jombang.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah, sehingga diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendukung pemberdayaan masyarakat di desa penghasil tembakau.
Hasil perikanan tidak harus berhenti sebagai menu ikan goreng atau ikan masak. Berbagai bahan hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki ciri khas dan nilai jual lebih tinggi
“Sehingga materi bimtek kali ini mengajarkan praktek pembuatan aneka produk kreatif bernilai jual tinggi dari hasil perikanan, seperti Mie Pedas, Siomay Ikan Asap, Rambutan Tuna, Tahu Tuna, dan Rolade Tuna. Nara sumber melibatkan chef berpengalaman pemilik CV Lembah Hijau dari Lamongan untuk membekali keterampilan teknis wirausaha baru,” terang Bambang Sriyadi. Kamis (7/10/2026)
Menurut Bambang, tujuan bimtek kali ini untuk membuka peluang wirausaha baru bagi keluarga petani tembakau melalui pemanfaatan DBHCHT. Selain itu, untuk meningkatkan diversifikasi dan nilai tambah produk perikanan lokal serta mendorong pertumbuhan UMKM olahan ikan yang mandiri dan berdaya saing di Kabupaten Jombang.
“Untuk itu, para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik karena merupakan salah satu peluang untuk menambah ilmu dan pengetahuan dalam melakukan diversifikasi olahan,” pesannya.
Bambang berharap, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan bimtek selesai. Pengetahuan tersebut harus diterapkan dan dikembangkan untuk memperkuat usaha yang telah dijalankan.
“Jangan hanya belajar hari ini, setelah itu selesai. Kami inginkan ibu-ibu di kabupaten Jombang khusunya Ploso dapat mengembangkan diri, menimba ilmu dari sini, kemudian mengembangkan usahanya,” harapnya.
Pengembangan produk olahan hasil perikanan menjadi penting untuk meningkatkan daya saing usaha, terutama dalam menangkap peluang pasar. DKPP juga menyerahkan bantuan sarana pengolahan kepada perwakilan kelompok berupa kompor gas, chest freezer, vacuum sealer, dan selang gas.
“Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah, sehingga diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendukung pemberdayaan masyarakat di desa penghasil tembakau,” pungkas Bambang. (yn)




