Caption Foto : Kadid Konservasi DLH Jombang bersama penerima penghargaan
mediapetisi.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Jatim Environment Community Award (JECA) 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkomitmen dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan ini dihadiri sekitar 606 undangan dari unsur pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, komunitas lingkungan, dan filantropi. Bertempat di Gedung Graha Wisata Surabaya. Rabu (24/12/2025)
Dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa TimurĀ Dr. Nurkholis, S.Sos, M.Si, M.Han, M.KL, CIPA, CIHCM, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait program pengelolaan lingkungan hidup berbasis partisipasi masyarakat.

Jatim Environment Community Award 2025 dirangkai dengan sosialisasi dan penyerahan penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim), Sekolah Adiwiyata, Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup, serta Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini bertujuan memberikan pengakuan dan motivasi kepada sekolah, pondok pesantren, desa/kelurahan, serta lembaga filantropi yang konsisten mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala DLH Provinsi Jawa Timur Dr. Nurkholis, S.Sos, M.Si, M.Han, M.KL, CIPA, CIHCM enyampaikan capaian signifikan Jawa Timur dalam program lingkungan. Pada Program Adiwiyata, Jawa Timur mencatat 94 sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri, berada di atas Jawa Barat meskipun masih di bawah Jawa Tengah, serta berhasil meloloskan tiga sekolah ke tingkat nasional.
“Untuk ProKlim, Jawa Timur terus memperkuat pembinaan dan pada tahun ini terdapat 13 lokasi ProKlim kategori utama, menjadikan Jawa Timur sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat,” terangnya.

Sedangkan Program Eco Pesantren juga berkembang pesat mengingat besarnya jumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan menyiapkan penghargaan khusus dari Gubernur bagi penerima penghargaan tingkat nasional.
“Kami mengapresiasi bagi seluruh hadirin penerima penghargaan yang telah hadir dalam acara ini atas keterlibatannya dalam melestarikan dan menjaga lingkungan baik di desa, sekolah, maupun Pondok Pesantren,” jelas Nurcholish.
Daam acara tersebut juga diserahkan beberapa penghargaan, diantaranya Sertifikat Proklim Utama Tahun 2025, Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025, Eco Pesantren Tahun 2024, Eco Pesantren Tahun 2025, dan PFLH.
Adapun yang memperoleh penghargaan tersebut untuk Kabupaten Jombang yakni :
Untuk ProKlim Utama Sertifikat
– Dusun Kandangan Desa Carangrejo Kecamatan Kesamben
– Dusun Kopensari Desa Rejoagung Kecamatan Ploso
– Dusun Made Desa Made Kecamatan Kudu
Untuk Eco Pesantren Th. 2024 kategori Rintisan Ponpes Al-Khodijiyyah Kabupaten Jombang dan Eco Pesantren Tahun 2025 serta kategori Pratama yakni Ponpes Babussalam Kabupaten Jombang
Untuk Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 :
– SMPN 1 Mojoagung
– SMPN 2 Mojoagung
– SMPN 2 Diwek
– SDN Kayangan 1
– MTsN 7 Kab. Jombang
– MTs Mambaul Ulum Murukan
– MTs Miftahul Ulum Jarak Kulon
“Sedangkan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Tahun 2025 kategori Pembina Lingkungan diperoleh Hj. Maftuhah Mustiqowati. Dengan diberikannya penghargaan tersebut diharapkan dapat menambah semangat mereka untuk terus berkelanjutan dalam mengelola dan menjaga lingkungan agar kelestarian dan keselamatan lingkungan tetap terjaga ke depannya,” pungkasnya. (yn)










