Caption Foto : Kepala Instalasi Gizi RSUD Jombang Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, S.Gz saat di program humas RSUD Jombang menyapa

mediapetisi.net – Program humas RSUD Jombang menyapa kali ini membawakan materi kesehatan mengenai makanan bergizi dengan tema ” pencegahan penyakit tidak menular”. Rabu (13/8/2025)

Kepala Instalsi Gizi RSUD Jombang Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, S.Gz, Dietisien menyampaikan Instalasi Gizi di RSUD Jombang memiliki tugas utama melakukan pelayanan gizi di rumah sakit, dengan 4 tugas pokok yaitu penyelenggaraan makanan, pelayanan gizi rawat jalan, pelayanan gizi rawat inap dan penelitian pengembangan gizi terapan. Dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya dalam melayani pasien Dietisien melakukan skrining gizi, assesmen/pengkajian gizi, penegakan diagnosis gizi, intervensi gizi berupa penetapan diet dan edukasi serta konsultasi gizi, dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi baik pada pasien rawat inap dan rawat jalan. Sehingga makanan yang disajikan untuk pasien rawat inap tepat dan benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien serta dapat mempercepat penyembuhan pasien.

“Skrining gizi dilakukan untuk mengidentifikasi pasien dengan resiko nutrisi,sehingga pasien dengan tepat diberikan terapi nutrisi dan tdk terjadi hospital manutrisi atau kondisi malnutrisi krn dirawat dirumah sakit. Berikutnya terkait assesmen atau pengkajian gizi, ada 5 domain asessmen atau pengkajian yaitu pengukuran antropometri untuk mengukur status gizi pasien,mengkaji hasil pemeriksaan biokimia, mengkaji kondisi fisik klinis pasien, mengkaji riwayat makan pasien dan riwayat personal pasien. Kemudian ditegakkan diagnosa gizi, ditetapkan intervensinya berupa diet makanannya serta kebutuhan edukasi serta konsultasi gizinya,” tutur Evi yang merupakan alumni dari Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Brawijaya Malang.

Dalam upaya mencegah penyakit tidak menular yakni pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik dalam mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Isu malnutrisi ganda (baik kekurangan maupun kelebihan gizi) juga menjadi perhatian. Sehingga peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, serta pentingnya membaca label makanan, menjadi fokus utama.

Penyakit Tidak Menular (PTM) seringkali terkait dengan pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup kurang aktif. Untuk itu, menerapkan gizi seimbang, yang mencakup konsumsi makanan beragam, bergizi, dan aman, sangat penting untuk mencegah PTM. Selaim itu, memahami informasi nilai gizi pada label pangan olahan membantu konsumen membuat pilihan makanan yang lebih sehat dan sesuai dengan kebutuhan. Ada batasan konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran perlu diperhatikan untuk mencegah dampak negatif bagi tubuh.

“Selain pola makan, aktivitas fisik yang cukup juga berperan penting dalam mencegah PTM dan menjaga berat badan ideal. Sehingga butuh edukasi gizi, terutama pada anak-anak dan remaja, perlu ditingkatkan untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak dini. Malnutrisi ganda (stunting dan obesitas) masih menjadi masalah, dan penanganannya memerlukan pendekatan yang komprehensif.
Untuk itu, Dietisien memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, konseling, dan intervensi gizi untuk individu dan kelompok masyarakat. Ayo menerapkan gaya hidup sehat dan gizi seimbang sejak usia muda dapat membantu mencegah PTM di kemudian hari,” ajak Evi.

Evi berpesan kepada masyarakat bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan,
Menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan yang baik dan pencegahan penyakit tidak menular. Konsultasikan dengan ahli gizi, jika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang gizi, konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat.

“Selain itu, RSUD Jombang memberikan konsultasi melalui aplikasi Sikozion sangat mudah dan gratis tanpa dipungut biaya. Masyarakat dapat mengakses laman https://sikozion.rsudjombang.com/. Kemudian, akan terdapat banyak menu yang bisa dipilih,” pungkasnya.