Caption Foto : Abah Bupati beserta istri, Gus Wabup beserta istri, Wakil Ketua DPRD, Kepala DPPKB PPPA dan peserta

mediapetisi.net – Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) gelar Gebyar Kader Bangga Kencana 2025, dibuka Bupati Jombang Warsubi. Dihadiri Wakil Bupati Salmanudin Yazid, Perwakilan BKKBN Jatim Sofyan Rizalanda, Wakil Ketua DPRD Jombang Octadella Bilytha Permatasari, Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani Warsubi, Camat beserta TP PKK Kecamatan, penyuluh KB serta kader IMP (institusi masyarakat pedesaan) se-Kabupaten Jombang. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (29/7/2025)

Bupati Jombang Warsubi menyampaikan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) sangat berperan dalam mewujudkan keluarga berkualitas, sebagai fondasi bagi terciptanya generasi emas Indonesia 2045.

“Maka dari itu, penguatan peran dan kapasitas kader institusi masyarakat pedesaan (IMP) menjadi sangat penting. Kader IMP merupakan garda terdepan dalam memberikan edukasi, penyuluhan, serta pendampingan langsung kepada masyarakat, khususnya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, serta mencapai angka kelahiran total (total fertility rate / tfr) yang ideal sesuai target nasional,” ujarnya.

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, dan keberhasilan pembangunan berawal dari keluarga yang sehat, produktif, serta memiliki perencanaan yang baik.

“Saya mengajak seluruh pihak terkait, baik itu perangkat daerah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen pembangunan untuk terus mendukung kader IMP, baik dari sisi pelatihan, sarana prasarana, maupun penghargaan atas dedikasi mereka,” ajak Bupati.

Bupati berharap, melalui program Quick Win (Percepatan) yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan keluarga (BKKBN) para penyuluh KB dan kader IMP di Jombang dapat membantu tercapainya visi misi pembangunan Kabupaten Jombang.

“Program tersebut mencakup lima fokus utama, yakni GENTING (gerakan orang tua asuh cegah stunting), TAMASYA (taman asuh sayang anak), GATI (gerakan ayah teladan indonesia), SIDAYA (lansia berdaya), serta Super Apps Keluarga sebagai platform digital berbasis AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan),” harapnya.

Sementara itu, Kepala DPPKB PPPA Puji Umbaran menyampaikan, Ketahanan keluarga merupakan fondasi penting dalam pembentukan gemerasi yang berkualitas, sehat dan berdaya saing.

“Momentum ini selaras dengan visi/misi Bupati dan Wakil Bupati Jombang yakni mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua, salah point utamanya adalah terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, berbudi pekerti luhur serta berdaya saing global,” jelasnya.

Puji memaparkan, sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga memiliki peran strategis dalam mendidik dan membentuk karakter individu, serta menyampaikan nilai-nilai sosial yang akan berpengaruh pada pembentukan genarasi yang akan datang.

“Program ketahanan keluarga dirancang untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam mengatasi berbagai tantangan kehidupan, baik yang bersifat ekonomi, sosial, maupun psikologi. Kepada para kader IMP dan keluarga, 5 program tersebut harus di laksanakan sebagai wujud meningkatkan ketahanan keluarga di Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (yn)