Caption Foto : Gubernur Khofifah saat pimpin RUPS Bank Jatim
mediapetisi.net – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menunjuk Winardi Legowo sebagai Direktur Utama (Dirut) yang baru, sebuah keputusan penting yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantor pusat Bank Jatim. Kamis (22/5/2025)
Winardi Legowo, pria kelahiran Semarang berusia 56 tahun, bukanlah sosok asing di dunia perbankan. la adalah seorang pensiunan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President.
RUPS Bank Jatim juga mengesahkan perubahan signifikan pada jajaran komisaris. Adi Sulistyowati, wanita kelahiran Purbalingga ini kini resmi menduduki posisi Komisaris Utama Independen. Adi Sulistyowati pernah menjadi Staff Khusus Menteri Koperasi Bidang Pembiayaan dan Perizinan Usaha Koperasi, serta Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk periode 2020-2024. H. Muhammad Nasih sebagai Dewan Pengawas Syariah, mantan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya periode 2020-2025.
Selain itu, RUPS juga menyetujui penambahan satu anggota dewan pengawas, serta pergantian dari perwakilan Muhammadiyah yang sebelumnya dijabat oleh Supadiono. Dan RUPS memutuskan H. Tamhid Mashudi yang dulunya adalah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim. Asri Agung Putra Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pertimbangan dan Pengembangan Hukum dan Nurul Ghufron, Pimpinan KPK RI Periode 2019-2024 menjadi komisaris independen.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa perombakan jajaran direksi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat Bank Jatim dalam menghadapi tantangan dan peluang ke depan.
“Saya berharap, seluruh tim yang baru ini akan bekerja secara solid dan produktif. Serta mampu menjawab tantangan ekonomi yang sedang berkembang saat ini. Dari sisi internal, kinerja keuangan Bank Jatim menunjukkan laba bersih (audited) tahun 2024 tercatat sebesar 1,28 triliun. Ini adalah laba bersih (audited) 2024 tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia,” terangnya.
Meskipun kita juga melihat bahwa beberapa hal harus dilakukan koreksi, evaluasi, dan perbaikan -perbaikan. Tentu kita semua patut memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Jatim dan tetap memberikan kewaspadaan pada beberapa hal dari proses kehati-hatian yang memang menjadi prinsip sebuah lembaga perbankan.
Kemudian untuk kinerja Bank Jatim tahun buku 2024, total asetnya meningkat 13,76 persen menjadi Rp 118,1 triliun. Hal ini menandakan ekspansi usaha perseroan masih berjalan baik dan bank tetap dipercaya oleh nasabah serta investor. Kemudian dana pihak ketiga tumbuh menjadi Rp 90,016 triliun menandakan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Berikutnya adalah kredit yang disalurkan juga meningkat signifikan menjadi Rp 75,35 triliun yang menunjukkan keberpihakan Bank Jatim terhadap sektor riil dan produktif.
“Tentu hal ini membuktikan bahwa Bank Jatim tetap tangguh, kompetitif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Lebih dari itu, langkah strategis untuk KUB juga perlu kita apresiasi. Ini adalah pendekatan inovatif untuk memperluas jangkauan dan daya saing perbankan daerah sembari menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” tutur Khofifah.
Dengan kekuatan maritim, logistik, industri, dan digitalisasi yang terus berkembang, Bank Jatim akan berperan sebagai enabler utama untuk percepatan pembagunan yang inklusif dan merata. Bank jatim tidak hanya menjadi katalisator investasi, pembiayaan, Pelabuhan, konektivitas transportasi, Kawasan ekonomi khusus, dan sektor maritim unggulan lainnya, tapi juga harus mampu menjadi regional champion yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan baru nasional.
“Dengan berbagai upaya tersebut, Bank Jatim bukan sekedar bank daerah. Melainkan motor penggerak Jawa Timur gerbang baru nusantara menuju Indonesia yang lebih terhubung, tangguh, dan tumbuh. Semoga Bank Jatim terus tumbuh sebagai institusi yang bukan hanya sehat secara finansial, tetapi juga kuat secara sosial. Hadir di tengah masyarakat, tumbuh bersama pelaku usaha, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Mari kita terus menjaga kolaborasi, sinergi, dan semangat inovasi demi kemajuan Jawa Timur yang berkelanjutan,” pungkas Khofifah.
Berikut jajaran manajemen Bank Jatim hasil keputusan RUPS :
Komisaris Utama Independen: Adi Sulistyowati
Komisaris: Adhy Karyono
Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud
Komisaris Independen: Dadang Setiabudi
Komisaris Independen: Asri Agung Putra
Komisaris Independen: Nurul Ghufron
Direktur Utama: Winardi Legowo
Wakil Direktur Utama: R. Arief Wicaksono
Calon Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha
Syariah: Tonny Prasetyo
Direktur Kepatuhan: Umi Rodiyah
Direktur Keuangan, Treasury & Global Services:
RM Wahyukusumo Wisnubroto
Direktur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan : Arif Suhirman
Direktur IT, Digital, dan Operasional: Wiweko Probojakti
Direktur Manajemen Risiko: Wioga Adhiarma Aji
Ketua Dewan Pengawas Syariah: Dr (HC) KH
Afifuddin Muhajir, Mpd.
Anggota Dewan Pengawas Syariah: Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE, M.T, Ak
Anggota Dewan Pengawas Syariah: Ir. H. Tamhid Mashudi. (hms/yn)










