Caption Foto : Kepala Dinas Kesehatan Jombang bersama Tim yang hadir dan peserta monev
mediapetisi.net -:Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Triple eliminasi HIV, Sifiilis, Hepatitis B dibuka oleh Kepala Dinas Kabupaten Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada. Dihadiri Tim kerja Matneo Kementerian Kesehatan RI, Perwakilan WHO, Kepala Bidang P2P beserta tim Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Peserta Pertemuan Monev Triple Eliminasi Kabupaten Jombang. Bertempat di ruang Soero Adiningrat Kantor Pemkab Jombang. Kamis (26/9/2024)
Kepala Dinas Kabupaten Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada menyampaikan HIV, Sifilis dan Hepatitis B masih menjadi masalah Kesehatan baik di Indonesia maupun di Kabupaten Jombang. Penyakit HIV, Sifilis dan Hepatitis B adalah penyakit menular yang cara penularannya melalui hibungan seksual ataupun kontak darah dari penderita yang sudah terinfeksi. Namun HIV sifilis dan hepatitis B juga bisa ditularkan dari ibu hamil ke janinnya, selama proses kehamilan, persalinan ataupun menyusui.
“Sehingga prevalensi infeksi HIV sifilis dan Hepatitis B pada ibu hamil berturut-turut 0,3%, 1,7% dan 2,5%. Sedangkan resiko penularan dari ibu ke anak untuk HIV adalah 20-45%, untuk sifilis adalah 69-80% dan untuk hepatitis B lebih dari 90%. Namun demikian pencegahan dan penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu ke anak dapat dicegah dengan deteksi dini HIV sifilis dan hepatitis B pada ibu hamil,” terangnya.
Strategi yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan target program triple eliminasi yang pertama meningkatkan akses dan kwalitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan bayi/anak sesuai standar. Kedua meningkatkan peran fasilitas pelayanan Kesehatan dalam tatalaksana yang diperlukan untuk eliminasi penularan.
“Ketiga meningkatkan penyediaan SDM di bidang Kesehatan. Keempat meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan serta kerjsama lintas program dan lintas sektor dang yang kelima meningkatkan peran serta masyarakat,” kata dr. Hexawan.
Menurut dr. Hexawan, Data capaian skrining HIV, sifilis hepatitis B pada ibu hamil tahun 2023 ada 15.725 (79%) dari estimasi ibu hamil di Kabupaten Jombang. Dengan kasus ibu hamil positif HIV 28 orang, positif sifilis 5 orang dan positif Hepatitis B 242, berturut turut positif rate HIV, Sifilis dan Hepatitis B tahun 2023 adalah 0,17%, 0,03% dan 1,5%. Dari 28 ibu hamil positif HIV semua sudah pengobatan ARV, dan ada 27 bayi lahir hidup yang mendapat profilaksis ARV, bayi diperiksa EID sebanyak 23 bayi dengan hasil EID 19 tidak terdeteksi, dan hasil EID belum keluar sebanyak 4.
“Untuk kasus ibu hamil postif sifilis 5 orang semua sudah mendapat pengobatan adekuat, dan bayi lahir hidup 4 bayi dan semuanya sudah di evaluasi titer dengan hasil titer dari titer ibu yang artinya bayi tidak terinfeksi sifilis dari ibu. Sedangkan dari 242 ibu hamil postif hepatitis B ada 16 ibu hamil abortus, 1 ibu hamil meninggal, dan 225 bayi lahir hidup dan semuanya sudah mendapat HBIg dan HB 0, bayi yang sudah di periksa HBSAg sebanyak 91 dengan hasil reaktif HBSAg 2 bayi,” jelasnya.
Sedangkan data skrining HIV sifilis dan hepatitis B bulan januari sampai dengan bulan agustus ada 9965 ibu hamil (46%) dari estimasi ibu hamil di Kabupaten Jombang. Dengan kasus positif HIV 11 orang, positif sifilis 9 orang dan positif Hepatitis B 118 orang. Dari 11 ibu hamil positif HIV semua sudah pongobatan ARV, dan ada 6 bayi lahir hidup dan sudah mendapat profilaksis ARV, bayi diperiksa EID sebanyak 2.
Namun hasil EID belum keluar. Dari 9 orang ibu hamil positif sifilis 8 orang sudah mendapat pengobatan adekuat, 1 orang sudah pengobatan tidak adekuat, bayi lahir hidup, dari ibu sifilis ada 6 bayi, 1 bayi sudah mendapat pengobatan adekuat, 1 bayi sudah di periksa titer dengan hasil titer dari titer ibu, sedangkan dari 118 orang ibu hamil postif hepatitis B ada 41 bayi lahir hidup dan semuanya sudah mendapat HBIg dan HB 0.
“Dari Data diatas dapat disimpulkan bahwa pencegahan penularan HIV sifilis dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya dapat di cegah dengan intervensi tatalaksana triple eliminasi sesuai standar.gh,” pungkas dr. Hexawan. (yn)










