Caption Foto : Sekretaris Daerah didampingi Dandim 0814, Asisten 1, Ketua DWP dan Persit serta Forpumcam Sumobito saat melaunching Gemarikan

mediaoetisi.net – Pemerintah Kqbupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Ketaprik) Kabupaten Jombang memasifkan Kampanye Gemarikan dengan melaunching Program “Sappa Gemari Mencegah Stunting” yakni Strategi, Promosi dan Pelatihan Untuk Meningkatkan Masyarakat Yang Gemar Makan Ikan oleh Sekretaris Daerah Agus Purnomo mewakili Pj Bupati Jombang Narutomo.

Ikut mendampingi, Dandim 0814 Letkol Kav David Eko Junanto selaku Bapak Asuh Balita Stunting, yang hadir bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Purwanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Nur Kamalia, Forkopimcam Sumobito, serta jajaran Kepala Desa Se-Kecamatan Sumobito. Kegiatan ini mengundang total 200 anak-anak stunting beserta orang tua masing-masing dan ibu hamil se Kecamatan Sumobito. Bertempat di kantor Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Kamis (8/8/2024)

Dandim 0814 Letkol Kav David Eko Junanto selaku Bapak Asuh Balita Stunting mengapresiasi penyelenggara kegiatan Gemarikan. Pihaknya menjelaskan, keterlibatan TNI AD dalam penanganan stunting dimulai sejak Keluar Undang-Undang mengenai Percepatan Penurunan Stunting.

“Dengan adanya regulasi itu, ditindaklanjuti oleh TNI AD, yang tugas pokoknya diantaranya membantu program pemerintah khususnya terkait masalah stunting” jelasnya.

Dandim David mengajak yang hadir untuk menerapkan Sosialisasi Gemarikan lebih masif lagi. Bahkan pihaknya mengajak usia produktif siap menikah untuk melek masalah stunting. “Untuk pencegahan stunting jangan lupa, Danramil kumpulkan usia produktif nikah, kalau perlu dibekali juga terkait masalah stunting,” ajaknya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo menyampaikan, bahwa pencanangan Gemarikan sudah dimulai sejak 2004. Gerakan ini merupakan inisiasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pihaknya ingin, Gemarikan bukan sekedar menjadi bentuk Sosialisasi, namun juga gebrakan yang lebih masif dan bergerak bersama secara sinergi, kolaborasi.

“Saat ini bukan saatnya sosialisasi lagi, tapi sudah merupakan gerakan yang sudah sangat masif. Target harusnya tercukupi. Gerakan masif melibatkan semua pihak, saling bekerjasama, berkolaborasi yang tujuannya menangani stunting kalau bisa Nol/ zero,” terangnya.

Agus Purnomo menyoroti bahaya stunting yang bisa mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak (kognitif) yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Anak Stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasa. Bahkan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% produk domestik bruto setiap tahunnya.

“Dalam upaya mengatasi stunting, kita perlu bergerak secara bersama-sama. Tidak hanya sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat. Meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak kita membutuhkan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang berkelanjutan agar target 14% bisa tercapai pada tahun 2024,” paparnya.

Menurut agus, ikan sangat relevan untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting. Sebab ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk pertumbuhan sel-sel tubuh manusia. Sebagai informasi, Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Kabupaten Jombang tahun 2022 sebesar 38,39% dan terdapat peningkatan pada tahun 2023 menjadi 39,33%.

“Saya sangat mengapresiasi Program Dinas) Ketaprik yaitu ‘Sappa Gemari Mencegah Stunting’. Sehingga melalui Sappa Gemari, kita akan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Mudah-mudahan, melalui upaya bersama ini, kita bisa menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan,” pungkas Agus Purnomo. (yn)