Caption Foto : Pj Bupati Jombang didampingi Dandim 0814 dan Dansatrad 222 saat diwawancarai
mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melaksanakan Silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dengan Tokoh Agama (Toga) / Tokoh Masyarakat (Tomas) guna Cipta Kondisi Bulan Ramadan dan Menjelang Idul Fitri di Kabupaten Jombang Tahun 1445 H/2024 M dibuka secara langsung oleh Pj. Bupati Jombang Sugiat. Bertempat di Ruang Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang. Senin (25/3/2024)
Pj Bupati Jombang Sugiat mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang atas kontribusi dan kerjasama para tokoh agama/masyarakat, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan forum – forum (FKUB, FPK dan FKDM) dengan Pemerintah Kabupaten Jombang, sehingga pelaksanaan pemilu presiden dan legislatif di Kabupaten Jombang dapat berjalan lancar dan situasi Kabupaten Jombang tetap kondusif.
Penanggulangan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan bukan semata – mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun masyarakat juga harus terlibat. Untuk itu, keberadaan para tokoh agama/masyarakat, organisasi masyarakat, serta forum- forum sangatlah berarti dalam upaya preventif yang bertujuan untuk mencegah terjadinya permasalahan besar. Sehingga potensi masalah dapat direspon dan ditanggulangi bersama secara cepat dan tepat guna mewujudkan Jombang tenang dan damai.
“Pada penentuan awal Ramadan dan awal Idul Fitri sering terjadi perbedaan, maka dari itu mari kita sikapi dengan bijaksana agar perbedaan ini tidak mengganggu Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam yang telah berjalan baik selama ini. Dimohon kepada ormas Islam agar memberikan pemahaman kepada para jamaahnya terkait perbedaan penentuan awal Ramadan maupun penentuan Idul Fitri tersebut,” terang Sugiat.
Di Bulan Ramadan ini, Sugiat mengajak seluruh masyarakat Jombang untuk tetap memelihara kondisi yang aman dan tenteram agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusuk dan merayakan idul fitri dengan kedamaian. Apabila rumah ditinggal mudik, pastikan untuk mengunci pintu, jendela, dan pagar dengan baik, serta menitipkan rumah kepada tetangga atau petugas keamanan. Selain itu, tidak lupa memastikan peralatan listrik dan kompor dalam keadaan mati.
“Saya berharap ke depannya agar masyarakat Jombang tetap memelihara kerukunan dan kebersamaan dalam menyambut Pilkada baik bupati maupun gubernur pada tahun 2024, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu politik yang sedang berkembang. hal ini penting demi menjaga kondusifitas daerah Kabupaten Jombang,” harapnya.
Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi ingin Label Jombang sebagai kota santri betul – betul kota santri dan dapat menjadi contoh kota lain, agama dapat terwujud, dan kami melihat beberapa permasalahan yang terjadi selalu terulang. Kita selaku orang tua diharapkan bisa memberikan tutoring kepada anak – anak kita.
“Saat ini kita sudah melaksanakan operasi keselamatan dan Oprasi Pekat sebagai antisipasi untuk kejadian kecelakaan karna setiap hari akhir-akhir ini selalu terjadi kecelakaan. Sebagai langkah antisipasi kemacetan lalulintas kita membangun posko lalulintas,” ungkapnya.
Kemudian Letkol Kav. Devid Eko Junanto Dandim 0814/Jombang mengatakan bahwa momen Idul Fitri merupakan rawan ditunggangi dalam bidang apapun baik ekonomi, sosial dan lainnya untuk memunculkan situasi yang tidak kondusif. Segala permasalahan yang terjadi Ini bukan hanya tanggung jawab instansi untuk menyelesaikannya, namun berawal dari tanggung jawab masing masing individu untuk itu munculkan naluri intelejen dan ketika ada temuan maka kordinasikan dengan instansi terkait, jelasnya.
Sementara Letkol Lek. Eka Yawendra Parama Dansatrad 222/Ploso menyampaikan bahwa saat melaksanakan perkumpulan di sebuah forum difungsikan untuk mencari solusi bersama guna mengatasi masalah masalah yang ada di lingkungan kita.
“Seperti di Jombang ini permasalahan yang sering terjadi perguruan silat, untuk itu perlu sinergitas dari semua pihak untuk saling menjaga kondusifitas jombang, dari perguruan silat sudah tidak membuat kegaduhan dan tawuran itu saja sudah membantu jombang menjadi kondusif,” jelasnya.
Senada dengan Pj Bupati Jombang dan Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Agus Chandra mengatakan bahwa dalam silaturahmi ini kita kerja sama untuk mencegah penyakit – penyakit masyarakat menjelang lebaran, dipastikan akan lebih banyak penyakit penyakit masyarakat karena kebutuhan menjelang lebaran lebih tinggi. “Kami dari Kejaksaan Negeri Jombang dalam bulan ini sudah menangani 80 kasus, semoga di bulan selanjutnya bisa berkurang, dan membuat Kabupaten Jombang lebih kondusif,” tandasnya. (yr)










