Caption Foto : Kepala Dinas Kesehatan Jombang saat pemaparan
mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan gelar Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) Tuberkulosis Batch II. Dihadiri.Asisten I Purwanto, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajarannya dan diikuti sekitar 105 peserta perwakilan dari instansi Rumah Sakit, Puskemas, Klinik serta Dokter Praktik Mandiri (DPM) se Kabupaten Jombang. Bertempat di Hotel Yusro Peterongan – Jombang. Selasa (21/11/2023)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Drg Budi Nugroho MPPM mengungkapkan Permasalahan TB di Indonesia hingga saat ini masih sama yaitu masih rendahnya angka penemuan kasus. Tahun 2022 Indonesia menempati urutan ke 2 angka kasus TB terbanyak di dunia setelah India. Dengan kata lain Indonesia menyumbangkan 2/3 kasus TB di Dunia atau sebanyak 969.000 kasus TBC dan di Kabupaten Jombang sendiri ditemukan sebanyak 15.300 kasus TBC.
“Untuk ini pemerintah telah bekerjasama dengan GF TB meluncurkan progam District – Based Public-Private MIX yaitu Jejaring Layanan TB pada Fasilitas Kesehatan Pemerintah dan Swasta berbasis Kabupaten/Kota. Dimana pemerintah akan melibatkan fasilitas kesehatan swasta dan Dokter Praktik Mandiri untuk berkontribusi dalam eliminasi TB di Indonesa dan khususnya di kabupaten Jombang,” terangnya.
Melalui progam tersebut fasilitas kesehatan baik pemerintah dan swasta serta Dokter Praktik Mandiri diwajibkan berperan dan ikut serta dalam mendeteksi kasus TB di daerah, Setiap tahunnya Dinas Kesehatan Provinsi dan GF TB akan melakukan monitoring dan evaluasi kinerja fasilitas kesehatan dan Praktik Dokter Mandiri di kabupaten/kota dalam mendukung eliminasi TB khususnya di kabupaten Jombang.
“Sedangkan pada aspek temuan kasus, banyak kasus–kasus yang belum terlapor, angka temuan kasus masih dibawah rata-rata Nasional.Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Public Provate MIX (PPN) Tuberkulosis Batch. Melalui kegiatan kami berharap kasus TB di kabupaten Jombang dapat menjadi attensi bersama, terutama upaya penemuan kasus di lapangan,” tandas dr. Budi. (yr)










