Caption Foto : 2 batik canting nol picek 2x proses, harga 35 juta perpotong


“Dalam membuat batik warna alam tidak boleh secara sembarangan tetapi harus memilih motif dan kain yang benar-benar bagus. Selain itu, proses pencelupan warna juga harus dilakukan berulang-ulang agar didapatkan warna yang matang. Proses pencelupan warna yang lama inilah yang membedakan dengan batik warna sintetis. Maka tidak mengherankan batik warna alam lebih eksklusif dan harganya tentu lebih mahal dari batik warna sintetis,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Nurcholis juga mengembangkan batik halus. Motif yang dikembangkan Arimbi Ratu (motif Arimbi versi CBS), Jombang Kharismatik (motif Ringin Contong versi CBS) dan motif Jula-Juli. Untuk saat ini tes market Arimbi Ratu sudah diproduksi 7 potong 5 terjual, Jula-Juli 7 potong 5 terjual dan Jombang Kharismatik baru 2 potong 2 terjual. Untuk Arimbi Ratu dan Jombang Kharismatik diproduksi dengan 2x proses pelorodtan terjual harga 5 juta sedangkan Jula-Juli 1x proses terjual harga 3,5 juta.
“Batik tersebut dicanting menggunakan canting 0,5 mm dan dicanting full. CBS juga memproduksi batik super halus menggunakan canting 0,3 mm atau canting picek(buta) diterusi (dibatik 2 sisi) dan ada yg tidak diterusi. Untuk yang diterusi CBS sudah menjual 3 potong batik 1x proses harga 15 juta per potong. Sedangkan yang 2x proses belum terjual tetapi sudah pernah mendapatkan tawaran di Inacraft Expo 2022 harga 27 juta. Batik belum dilepas karena kami menargetkan harga 35 juta,” jelasnya.










