Caption Foto : 2 batik canting nol picek 2x proses, harga 35 juta perpotong

mediapetisi.net – Sudah lama masyarakat Jawa membuat karya batik dengan menggunakan bahan alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karena bahan warna alam lebih sehat dan ramah lingkungan. Batik warna alam tidak mesti terlihat kusam karena dengan proses pencelupan yang maksimal maka akan didapatkan warna yang matang.
“Hal inilah yang dilakukan oleh Nurcholis pemilik Chariesma Batik Sejahtera (CBS) dari Mojoagung mengangkat citra batik Jombang dengan produksi batik warna alam untuk motif khas Jombang. Batiknya terkenal memiliki warna yang matang karena proses pencelupan warna dilakukan berulang kali hingga benar-benar maksimal,” terang Nurcholis. Kamis (31/8/2023)
Menurut Nurcholis, batik warna alam berbeda dengan batik pada umumnya yang rata-rata menggunakan warna sintetis karena dia menggunakan warna alam yang terbuat dari tumbuhan. Hal ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat agar kembali memanfaatkan bahan baku alam yang tidak merusak lingkungan. Karena warna alam dibuat dengan konsep yang ramah lingkungan, aman buat pengrajinnya, aman juga bagi yang memakainya.

“Dalam membuat batik warna alam tidak boleh secara sembarangan tetapi harus memilih motif dan kain yang benar-benar bagus. Selain itu, proses pencelupan warna juga harus dilakukan berulang-ulang agar didapatkan warna yang matang. Proses pencelupan warna yang lama inilah yang membedakan dengan batik warna sintetis. Maka tidak mengherankan batik warna alam lebih eksklusif dan harganya tentu lebih mahal dari batik warna sintetis,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Nurcholis juga mengembangkan batik halus. Motif yang dikembangkan Arimbi Ratu (motif Arimbi versi CBS), Jombang Kharismatik (motif Ringin Contong versi CBS) dan motif Jula-Juli. Untuk saat ini tes market Arimbi Ratu sudah diproduksi 7 potong 5 terjual, Jula-Juli 7 potong 5 terjual dan Jombang Kharismatik baru 2 potong 2 terjual. Untuk Arimbi Ratu dan Jombang Kharismatik diproduksi dengan 2x proses pelorodtan terjual harga 5 juta sedangkan Jula-Juli 1x proses terjual harga 3,5 juta.

“Batik tersebut dicanting menggunakan canting 0,5 mm dan dicanting full. CBS juga memproduksi batik super halus menggunakan canting 0,3 mm atau canting picek(buta) diterusi (dibatik 2 sisi) dan ada yg tidak diterusi. Untuk yang diterusi CBS sudah menjual 3 potong batik 1x proses harga 15 juta per potong. Sedangkan yang 2x proses belum terjual tetapi sudah pernah mendapatkan tawaran di Inacraft Expo 2022 harga 27 juta. Batik belum dilepas karena kami menargetkan harga 35 juta,” jelasnya.

Untuk mengangkat citra batik Jombang, CBS juga melakukan dengan mengikuti beberapa kali lomba diantaranya, lomba selendang Adiwastra 4x prestasi terbaik masuk 10 besar. Lomba batik pada pekan budaya nasional di Kemendikbud bersama Batik Warna Alam Retno aji, masuk finalis bersama Retnoaji dan Retnoaji mendapat Juara. Pemilihan Inacraft Award belum dapat Award tapi mendapatkan tantangan dari Juri untuk pemilihan akan datang.
Akhir Juli kemarin mengikuti lomba Sajadah Batik berhasil mendapat Juara 3 dan saat ini mengikuti pemilihan Dekranas Award. CBS memang bukan pengrajin lama di Paguyuban Batik Arum Jombang (PBAJ) bisa dikatakan pengrajin baru. Tetapi CBS akan terus berusaha membawa citra batik Jombang dengan cara ikut pameran dan lomba.
“Untuk bertahan menghadapi persaingan pasar batik, CBS konsisten dengan batik menggunakan pewarna alam, juga mempertahankan karakter dan ciri khasnya yaitu Batik Warna Alam yang shoft dan kaya warna. Karena CBS terpilih sebagai penyedia seragam Panitia Jatim Fair Expo 2021, CBS akhirnya merubah badan usahanya dari UD menjadi CV,” tandas Nurcholis. (yr)