Caption Foto : Kepala Dinas Pertanian Jombang saat menghadiri Pengukuhan RPH Kendalsari

mediapetisi.net – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir. Moch. Rony., MM menghadiri Pengkuhan RPH (Regu Pengendali Hama) Kendalsari Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Kamis (24/8/2023)

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang Moch. Rony saat dikonfirmasi mengatakan dampak perubahan iklim menyebabkan naiknya potensi serangan hama penyakit tumbuhan. Sedangkan jumlah petugas pertanian baik PPL (Penyuluh Pertanian Lapang) maupun petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) juga semakin berkurang sementara luas wilayah pengendalian sangat luas mencapai 40.000 ha per musim.

Apabila tidak ditangani dengan baik ini tentu bisa mengancam produksi hasil pertanian. Lebih jauh lagi dikhawatirkan akan mengancam ketahanan pangan di kabupaten Jombang. Menyikapi hal tersebut dinas pertanian berusaha meningkatkan layanan pengendalian hama penyakit tumbuhan dengan cara bersinergi dengan masyarakat petani dan pemerintahan desa.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dimana desa bisa memanfaatkan DD. Dana desa bisa digunakan utk kegiatan pengendalian hama penyakit tumbuhan. Baik untuk pelatihan maupun untuk penyediaan bahan pengendalian. Untuk itu saya mendorong dibentuknya Regu Pengendali Hama (RPH) oleh desa,” terang Rony.

Lanjut Rony, Dinas Pertanian akan menyiapkan panduan bagaimana RPH dibentuk dan dilatih agar bisa bekerja bersama petani dan petugas melakukan pengendalian hama penyakit tumbuhan. Paling tidak ada tiga tugas utama dari RPH. Pengamatan, pelaporan dan pengendalian. inilah tiga tugas pokok RPH.

“Tentu tidak semua petani bisa melakukan tugas tersebut. Oleh karena itu pengurus RPH harus dibentuk bersama petugas dan pemerintah desa kemudian dilatih kemampuan teknis pengamatan, penentuan kondisi serangan dan bagaimana melakukan pengendalian secara tepat. Itu semua akan dilatih oleh petugas baik PPL maupun POPT,” ujarnya.

Dalam rangka membuat model Dinas Pertanian saat ini sedang mendampingi pembentukan RPH Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Saat pembentukan RPH, Surono PPL kendalsari menyampaikan 3 tahun lebih petani Kendalsari selalu gagal panen karena hama tikus. Berbagai upaya dilakukan tidak membuahkan hasil. Banyak petani putus asa karena panen selalu gagal diserang tikus.

Sampai akhirnya Dinas Pertanian melakukan pendampingan Gerdal Terpadu di awal tahun 2023. Bersama seluruh elemen masyarakat petani, petugas pemerintah desa terus melakukan gerdal. Akhirnya musim panen ke 1 tahun 2023 petani bisa menikmati panen. Kemudian dilanjutkan Dinas Pertanian memberikan sekolah lapang untuk petani di Kendalsari. Sebagai tindaklanjut sekolah lapang dibentuk lah RPH.

“Diharapkan dengan terbentuknya RPH ini bisa membantu petugas dalam melalukan pengamatan dan pengendalian hama dan produksi pertanian bisa ditingkatkan. Alhamdulillah setelah adanya pendampingan Gerdal ini produktivitas padi jauh meningkat. Hasil ubinan musim ini mencapai 5,7 kg. Artinya dalam 1 hektar tanaman padi bisa menghasilkan gabah 8,2 ton/ ha,” jelas Rony.

Dengan dikukuhkannya RPH Kendalsari, Rony berharap bisa segera menyusun program dan mulai bekerja melakukan tugas pengamatan dan pengendalian. Dan harus dibuat indikator agar kinerja bisa terukur. seperti luas pengendalian, menurunnya, tingkat serangan, peningkatan produksi. “Saya berharap ini bisa diikuti oleh desa – desa lain di Kabupaten Jombang,” harap Rony.

Sementara itu, Kepala Desa Kendalsari Mulyadi setelah melakukan pengukuhan mengatakan akan mendukung pembiayaan untuk RPH dari Dana Desa. ” Kita sudah konsultasi langsung dengan DPMD menggunakan Dana Desa untuk RPH. Meski begitu tentu saja kami berharap tetap ada pembinaan oleh Dinas,” pungkas Mulyadi. (iin)