Caption Foto : Bupati Jombang bersama Direktur RSUD Jombang saat menerima penghargaan dari Direktur JKN BPJS Kesehatan
mediapetisi.net – BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada RSUD Jombang karena sudah komitmen memberi kemudahan Akses dan Kecepatan Layanan Administrasi Fasilitas Kesehatan melalui Rekam Sidik Jari (Fingerprint) dan Electronic – Surat Eligiblitas Peserta (FP-ESEP). Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan kepada Bupati Jombang dan Direktur RSUD Jombang di Ruang Bung Hatta RSUD Jombang. Kamis (22/6/2023)
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Direktur Jaminan pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan dr Lily Kresnowati MKes, Deputi Direksi Bidang MKU dr Elsa Novelia, MMK, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto dr Elke Winasari, AAAK, serta kepala Dinas Kesehatan drg. Budi Nugroho.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan dr Lily Kresnowati M.Kes saat diwawancarai mengatakan bahwa pihaknya memberikan penghargaan kepada RSUD Jombang karena sudah mengimplementasikan validasi sidik jari (Fingerprint) dengan Electronic Surat Eligibilitas Peserta (ESEP). Kemudian dukungan dari Pemkab Jombang juga sangat bagus.
“Terima kasih kepada RSUD Jombang sebagai tuan rumah untuk sosialisasi implementasi validasi Fingerprint dan penerbitan surat rehabilitas peserta elektronik. ESEP salah satu inovasi yang dikembangkan dengan harapan semua rumah sakit mitra BPJS kesehatan dapat menerapkan hal ini. Ada 2.500 pemirsa YouTube 2.500 dan dari zoom ada 500 peserta, dan pertanyaan begitu banyak menunjukkan keantusiasannya terangnya.
Menurut Lily, ada beberapa kelebihan dari penggunaan program ini diantaranya kecepatan dengan begitu pasien akan mengantri online, kemudian cukup dengan fingerprint maka akan terbit Elektronik SEP nya. Sehingga cepat langsung digunakan poli dan mendapatkan pelayanan. Selain itu bisa menghemat kertas, mencegah verbal jadi, orang memanfaatkan pelayanan benar-benar bersangkutan dengan membuktikan fingerprint dan tidak mungkin kartu tersebut dipinjam tetangga, selanjutnya green manajemen yaitu melestarikan alam dengan cara mengurangi paper.
“Saat ini dari total 2.953 FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari jumlah itu hanya 786 FKRTL yang sudah mengimplementasikan E-SEP dengan Validasi fingerprint atau hanya 26,62 persen. RSUD Jombang merupakan FKRTL yang cukup bagus mengimplementasikan validasi sidik jari (fingerprint) dengan penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (e-SEP),” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Jombang Dr. dr. Ma’marotus Sa’diyah, menjelaskan fasilitas kesehatan melalui rekam sidik jari (fingerprint) dan electronic surat eligibilitas peserta (FP-ESEP) karena memudahkan RSUD dalam pelayanan, apalagi seluruh pasien kini telah menggunakan e rekam medik. Pelayanan rekam sidik jari (fingerprint) tersebut khusus untuk pasien JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Dan selama ini pasien JKN yang berobat ke RSUD Jombang sekitar antara 800 sampai 1200 orang per hari.
“Dengan pelayanan manual, tentu saja membutuhkan waktu lebih lama. Mulai mendaftar, hingga pelayanan di poli masing-masing. Nah, dengan fingerprint dan ESEP menjadikan pelayanan lebih cepat. Pasien JKN tinggal menempelkan sidik jari di anjungan yang sudah disiapkan. Dari situ, pasien mendapatkan ‘boarding pass. Terbukti, setelah melaksanakan finger print dan ESEP secara 100% justru kepuasan pasien meningkat, hal tersebut terbukti dari hasil IKM naik dari 82% sampai 100%,” ungkap Ning Eyik panggilan akrab Direktur RSUD Jombang.
RSUD Jombang sudah menyiapkan tujuh anjungan untuk sidik jari diantaranya lima di tengah, satu di poli paru, satu lagi di rehab medik. Selanjutnya akan kita kembangkan lagi dua anjungan di atas. Karena RSUD telah melakukan program tersebut sejak 2018. Tetapi sempat terkendala saat pandemi Covid-19. Ketika situasi sudah normal RSUD Jombang 100 persen menggunakan pelayanan digital.
“RSUD Jombang juga memiliki fingerprint mobile, dimana pasien yang memiliki keterbatasan untuk melakukan fingerprint seperti pasien disabilitas, maka petugas yang akan mendatangi pasien untuk finger print. Dengan program ini, kami bisa menghemat ribuan kertas dalam satu hari,” pungkas Ning Eyik. (iin)










