Caption Foto : Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Jatim saat melepas Ekspor Perdana PT Camino
mediapetisi.net – Pelepasan Ekspor Perdana PT Camino Industrial Indonesia oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur II Agus Sudarmadi. Didampingi Kepala Bea Cukai Jawa Timur, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kediri, Direktur PT Camino Industrial Indonesia dan Forpimcam Kabuh. Bertempat di halaman PT Camino Industrial Indonesia di Kabuh Jombang. Selasa (30/05/2023)
Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Jatim Agus Sudarmadi menyampaikan, sejalan dengan fungsinya sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki peran nyata dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan mendukung industri dalam negeri melalui pemberian berbagai fasilitas kepabeanan.
“Hari ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur II secara resmi melepas ekspor perdana mainan anak hasil produksi Perusahaan Kawasan Berikat PT Camino Industrial Indonesia yang berlokasi di Jalan Ploso, Babat, Dusun Jatidrenges, Desa Kedung Jati Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dengan tujuan Belgia,” terangnya.
Menurut Agus, PT Camino Industrial Indonesia merupakan perusahaan yang telah mendapatkan Fasilitas Kawasan Berikat pada tanggal 12 April 2022 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur II Nomor KEP-186/WBC. 12/2022 dengan hasil produksi mainan anak-anak. Sebanyak 120 Pcs atau 20 karton Dyson Supersonic dan Corale Deluxe Styling Set dan 2.395 Pcs atau 399 karton Dyson Cordless Vacuum Cleaner yang diekspor memiliki nilai devisa ekspor sebesar USD 10.224,49 atau sekitar Rp 152,99 Juta.
“Realisasi ekspor perdana ini diharapkan menjadi pembuka pasar internasional lainnya sebagai destinasi ekspor PT. Camino Industrial Indonesia di masa yang akan datang, di mana pada bulan Juni 2023, PT. Camino telah memiliki rencana ekspor kids toys senilai USD 265.552 atau sekitar Rp 3,99 Miliar dengan tujuan ke beberapa negara di Eropa. Hal ini juga diperkuat dengan target ekspor yang telah ditetapkan untuk Semester II Tahun 2023 senilai USD 1.593.312 atau Rp 23,8 Miliar,” jelasnya.
Sedangkan pemberian fasilitas fiskal berupa Kawasan Berikat ini merupakan perwujudan pelaksanaan tugas Bea Cukai sebagai Industrial Assistance and Trade facilitator. Secara nyata pemberian fasilitas fiscal ini membantu cash flow perusahaan dimana atas importasi bahan baku, bahan penolong dan mesin-mesin yang dipergunakan untuk memproduksi barang jadi dengan tujuan ekspor mendapatkan fasilitas penagguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).
Oleh karena Itu, Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada jajaran Management PT. Camino yang telah berinvestasi di Indonesia khususnya di Kabupaten Jombang. Agus berharap perusahaan dapat memanfaatkan dengan benar dan taat pada aturan yang ditetapkan. Dengan demikian, di masa yang akan datang perusahaan diharapkan dapat terus berkembang bahkan meningkatkan kemampuannya untuk memperoleh sertifikasi AEO maupun CTPAT.
“Hari ini adalah ekspor perdana yang merupakan tahap pertama untuk berkembang menjadi besar. Jika perusahaan ini menjadi besar, maka akan terjadi dampak ekonomi yang positif yang dapat dirasakan khususnya oleh Kabupaten Jombang maupun masyarakat sekitar. Saat ini jumlah penyerapan tenaga kerja pada PT Camino adalah sebanyak 691 karyawan dan ditargetkan mencapai 3.000 karyawan seiring dengan bertumbuhnya perusahaan merambah ke pasar Amerika dengan target ekspor USD 1,5 juta sampai 3 juta pada tahun 2024 mendatang,” harapnya.
Sementara itu, Direktur PT Camino Industrial Indonesia Gunawan Sebastian ketika diwawancarai mengatakan, ekspor perdana dari PT Camino industrial Indonesia merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat. Perusahaan kawasan berikat adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah, kementrian keuangan direktorat jenderal bea dan cukai dengan pengusaha.
“Untuk menumbuh kembangkan industri berorientasi ekspor, dimana manfaatnya diberikan fasilitas pembebasan pihak masuk, pemindahan, dan banyak lagi fasilitas yang diberikan kementrian keuangan dalam rangka untuk berkembangnya ekonomi,” ungkapnya.
Lanjut Gunawan, diharapkan kawasan berikat dapat memberi dampak multiplayer efek, triple dalam efek tidak hanya di pemerintah pusat tetapi pemerintah daerah dan pengusaha. Sebab banyak kemudahan dan fasilitas yang akan diberikan. Perusahaan camino adalah salah satu berorientasi ekspor tujuan di Amerika. Pegawai PT Camino Industrial Indonesia sebanyak 2.500 orang.
“Tidak mudah untuk memasuki pasar Amerika serikat karena terlalu banyak persyaratan oleh karena itu harus dijaga bersama guna menjaga kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. Bahan baku mainannya ialah dari plastik, setiap bulan direncanakan 100 kontainer. Kedepan akan dikembangkan lagi yaitu dengan memproduksi mainan terbuat dari kayu, Jahitan, dan boneka,” pungkas Gunawan. (iin)










