Caption Foto : Pendeta GKJW Mojowarno saat menyerahkan Gunungan Wayang kepada Dalang

mediapetisi.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang melalui Bidang Kebudayaan melaksanakan Pagelaran Wayang Kulit Unduh Unduh GKJW Mojowarno dengan Ki dalang Cahyo kuntadi mengambil lakon Sengkuni gugur dan sinden Sukesi Rahayu- sinden Elisa Orcarus. Dihadiri oleh jajaran bidang kebudayaan Disdikbud, Forkopimcam Mojowarno, Anggota Dewan PKB Subur, segenap Kepala Desa, Tiga Pilar Desa, pendeta GKJW Mojowarno beserta jemaat, serta masyarakat sekitar. Bertempat di lapangan SMPK YBPK Mojowarno. Minggu malam (14/5/2023)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dian Yunita Sari SPd MPd mengawali sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian puncak Unduh Unduh GKJW Mojowarno digelar Wayang kulit semalam suntuk. 

“Oleh karena itu, bidang kebudayaan komitmen memiliki budaya bersama pemerintah pusat pemerintah provinsi pemerintah kabupaten bahkan pemerintah Desa memiliki kewajiban untuk melaksanakan pokok undang-undang tentang kemajuan kebudayaan. Dalam undang-undang telah termaktub warisan warisan budaya yang wajib dilestarikan,” terangnya.

Lanjut Dian, hal ini sebagian kecil kemajuaan kebudayaan perlu dilestarikan karena sebagai objek kemajuan budaya yang diselenggarakan oleh GKJW Mojowarno.

Menurut UU RI No 5 tahun 2017 yang dijadikan objek pemajuan kebudayaan Sesuai undang-undang, terdapat 10 obyek pemajuan kebudayaan, yakni tradisi lisan, manuskrip, adat-istiadat, situs, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

“Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, pemerintah Kabupaten Jombang mengucapkan terimakasih bisa mengadakan pagelarn wayang kulit di puncak rangkaian Unduh Unduh GKJW Mojowarno,” ungkapnya

Sebelum dimulai pagelaran wayang kulit, ketua panitia unduh unduh memaparkan selayang pandang unduh unduh dilanjutkan dengan penyerahan gunungan wayang dari pendeta kepada dalang.

Sementara itu, Ketua panitia Unduh Unduh GKJW Mojowarno, Pramono  menyampaikan selayang pandang Unduh Unduh GKJW Mojowarno. Selayang Pandang Unduh Unduh Gereja Kristen Jawi Wetan, dimulai oleh Pendeta Yohanes Pray pada tahun 1858, membangun lumbung kerukunan untuk membangun rumah ibadah menjadi Gedung Jemaat GKJW Mojowarno Kabupaten Jombang.

“Saat itulah Unduh Unduh mulai berjalan sampai kurang lebih 138 tahun hinggah hari ini unduh unduh mendapat apresiasi dari negara melalui setifikat WBTP dari kementrian pendidikan dan kebudayaan tahun 2018, maka pemerintah kabupaten Jombang tahun 2023 mulai mengalokasikan anggaran untuk pengembangan budaya dan kearifan lokal melalui bidang kebudayaan dinas pendidikan kabupaten Jombang,” jelasnya.

Sehingga Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan bekerja sama dengan dinas pendidikan kabupaten Jombang untuk melaksanakan Unduh Unduh untuk mewujudkan hubungan horisontal yang baik antar suku ras dan agama, agar berkembang kerukunan antar umat beragama  di kabupaten Jombang.

“Itulah yang menjadi acuan dan apresiasi kami untuk terus menerus membina dan memberi dukungan terlaksananya kearifan lokal Unduh Unduh Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan Mojowarno,” pungkas Pramono. (iin)