Caption Foto : Hamparan sawah yang akan ditanami tembakau

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melakukan Pembinaan budidaya tembakau yang baik dengan Sumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2023. Selasa (02/05/2023)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much Rony melalui bidang perkebunan menyampaikan, bidang Kawasan perkebunan yang ada di Kabupaten Jombang dikembangkan berdasarkan potensi yang ada di wilayah masing-masing berdasarkan prospek ekonomi yang dimiliki. Pengembangan kawasan perkebunan diarahkan untuk meningkatkan peran serta, efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan, dengan mengembangkan kawasan industri masyarakat perkebunan. 

“Berdasarkan komoditasnya, pengembangan perkebunan dibagi dalam dua kelompok, yakni perkebunan tanaman tahunan seperti cengkeh, kopi, coklat, kelapa dan perkebunan tanaman semusim, antara lain berupa tebu, dan tembakau,” teranngnya. 

Sedangkan pengembangan perkebunan rakyat di Kabupaten Jombang masih di dominasi oleh komoditas tebu yang pada tahun 2022 ini luas areal tanaman sebesar  10.042 ha. Selain komoditas tebu, masih terdapat beberapa potensi perkebunan yang berada di Kabupaten Jombang, salah satunya tembakau yang luas arel tanaman di tahun 2022 ini sebesar 5.127 ha dengan potensi produksi sebesar 51.238 ton.

Pengembangan Tembakau Jombang dengan memanfaatkan varietas unggul lokal, dari tahun 2019 s/d 2021 Kab Jombang memiliki varietas unggul yang mana selalu dipakai petani jombang guna melestarikan varietas unggul lokal kabupaten Jombang. Dantaranya Varietas Jinten Pakpie (Sesuai dengan SK Menteri Pertanian Nomor : 119/KPTS/KB.020/8/2019 Tanggal 27 Agustus 2019 Tentang Pelepasan Pelepasan Varietas Jinten Pakpie sebagai Varietas Unggul Tanaman Tembakau).

“Kemudian Varietas Manilo (Sesuai dengan SK Menteri Pertanian Nomor : 20/KPTS/KB.020/2/2019 Tanggal 1 Februari 2019 Tentang Pelepasan Varietas Manilo sebagai Varietas Unggul Tanaman Tembakau). Dan Varietas Jinten Pakpie 2 (Sesuai SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 12/Kpts/KB.020/01/2021 Tanggal 29 Januari 2021 Tentang Pelepasan Varietas Jinten Pakpie 2 sebagai Varietas Unggul Tanaman Tembakau),” jelas Rony.

Menurut Rony, dalam rangka memasuki musim tanam tembakau, pihaknya selalu menganjurkan kepada petani untuk menggunakan varietas yang telah dilepas diantaranya Varietas Jinten Pakpie. Karakteristik daun ada tangkai batang. – Potensi Hasil 1,49 – 2,06 Ton/Ha Rajangan Kering – Kadar Nikotin 3,49 – 4,47 %. – Dominan Tahan Penyakit Jamur dan Layu Bakteri. – Sesuai di Lahan Sawah dan Tegal. – Bisa diolah menjadi rajangan dan Janturan. 

Varietas Manilo, Karakteristik daun penuh sampai pangkal batang. – Potensi Hasil 1,49 – 2,06 Ton/Ha Rajangan Kering. – Kadar Nikotin 3,49 – 4,47 %. – Dominan Tahan Penyakit Jamur dan Layu Bakteri. – Sesuai di Lahan Sawah dan Tegal. – Bisa diolah menjadi rajangan. Dan Varietas Jinten Pakpie 2. – Karakteristik daun ada tangkai batang, batang tebal. – Potensi hasil mencapai 1,40 – 2,08 Ton/ Ha Rajangan Kering. – Kadar Nikotin 3,26 – 4,05 %. – Moderat Tahan Penyakit Lanas dan Layu Bakteri. – Sesuai di Lahan Sawah dan Tegal. – Bisa diolah menjadi rajangan dan janturan

Untuk menghadapi musim tanam tembakau dinas pertanian telah mengadakan pertemuan pembinaan budidaya tembakau yang baik dengan mengundang poktan gapoktan di kecamatan wilayah utara brantas selama dua hari dengan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (materi budidaya tembakau yang baik di musim kemarau) dan dari BMKG Karangploso Malang (antisipasi musim kemarau dalam menghadapi musim tanam tembakau).

“Sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana menjelang musim tanam tembakau sedang kami persiapkan seperti kebutuhan pupuk tembakau yang mengcover luasan 5.127 Ha. Dalam setiap monitoring selalu kami tekankan kepada petani tembakau untuk memakai pupuk organik setelah olah tanam dengan harapan bisa mengembalikan kesuburan tanah dan juga membuat gulutan saluran air sedalam kurang lebih 60 cm manakala terjadi curah hujan tinggi tanaman tembakau tidak dapat tergenang (tanaman tembakau tidak membutuhkan banyak air),” pungkas Rony. (iin)