Caption Foto : Wagub Emil didampingi Rektor UNP Kediri, Zainal Afandi saat meresmikan rumah susun dan rumah khusus
mediapetisi.net – Bertepatan Peringatan Dies Natalis ke-46, Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar sidang terbuka senat dan orasi ilmiah oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Selain itu Wagub Emil didampingi Rektor UNP Kediri Zainal Afandi, meresmikan rumah susun dan rumah khusus yang berada di kawasan kampus Universitas Nusantara PGRI Kediri. Rabu (22/2/2023).
Rumah susun dan rumah khusus tersebut dibangun oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa 4 Direktoral Jendral Perumahan Kementerian PUPR dan dihibahkan ke UNP Kediri.
Dalam sambutannya, Wagub Emil mengapresiasi UNP Kediri dalam melakukan upaya ekspansi kampus dengan meresmikan gedung perkuliahan baru berlantai 7 yang dilengkapi rusun bagi mahasiswa luar pulau. Mengingat, Kediri merupakan kawasan Mataraman atau kawasan Timur Lingkar Wilis yang sangat strategis. Terlebih, saat ini tengah dibangun bandara dan Jalan Tol Kertosono-Kediri dan Kediri-Tulungagung.
“Saya berharap dengan adanya rusun, kampus ini dapat menjadi asimilasi budaya yang baik bagi generasi muda di Kota Kediri. Ini luar biasa penting untuk membangun ekosistem, memperluas pergaulan, dan mengenal lebih jauh tentang kultur daerah lain,” harapnya.
Selain itu, rusun ini akan menambah daya tarik calon mahasiswa dari luar pulau untuk datang dan berkuliah di Kota Kediri. Sehingga, dampak ekonomi juga akan dirasakan, baik itu bagi UNP Kediri, Pemkot Kediri, ataupun masyarakat sekitarnya.
“Kita akan terus bersinergi dengan universitas, sekolah, dan berbagai pihak terkait untuk memajukan dan mengembangkan Kota Kediri. Terlebih untuk menghadapi operasional bandara dan jalan tol dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat di bidang pendidikan,” jelas Emil.
Sementara itu, Rektor UNP Kediri Zainal Afandi mengatakan bahwa saat ini mahasiswa UNP Kediri berasal 105 kota dan kabupaten di Indonesia. Paling barat dari Kabupaten Mentawai Sumatera Barat dan paling timur dari Kabupaten Papua.
“Rusun ini memang kita prioritaskan untuk mahasiswa dari luar pulau, mengingat kapasitasnya yang hanya dapat menampung 52 mahasiswa,” terangnya.
Menurut Zaenal, rusun ini hanya disediakan di 1 tahun pertama saat mereka masuk UNP Kediri. Hal itu bertujuan untuk membantu mahasiswa dari luar pulau untuk dapat berdaptasi dengan Kota Kediri.
“Dengan ada di asrama, kita akan bantu mereka untuk dapat beradaptasi lebih cepat dan dapat lebih konsentrasi dalam belajar diawal masa perkuliahan. Adapun fasilitas setiap kamar rusun yang dibangun, telah dilengkapi listrik, air bersih, tempat tidur 2 tingkat, lemari, meja belajar, dan kursi belajar,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Made Widiadnyana Wardiha, PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus Balai P2P Jawa 4 Direktoral Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, mengatakan bahwa pembangunan rusun ini merupakan tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Yakni agar memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan seperti hunian santri dan mahasiswa, agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk prestasi. Rusun ini dibangun dengan luas bangunan 650 m² dan ketinggian dua lantai serta memiliki 14 kamar yang dapat menampung 52 mahasiswa.
“Dengan dibangunnya rusun lembaga pendidikan diharapkan bisa membantu para pelajar untuk mendapatkan hunian yang layak selama proses belajar mengajar sehingga diharapkan akan mencetak SDM yang unggul dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (hms/iin)










