Caption Foto : Toko manik – manik milik Suloso
mediapetisi.net – Kabupaten Jombang juga memiliki sentra industri kecil yang telah mendunia. Yakni kerajinan manik-manik kaca di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo. Tak tanggung-tanggung, manik-manik karya perajin desa ini telah menembus pasar internasional sejak puluhan tahun lalu.
Salah satu yang menjadi pioner dan masih eksis di bisnis tersebut adalah Suloso. Ia bercerita bagaimana proses bisnis manik-manik asal desa ini bisa terus bergeliat dan sudah menembus pasar ekspor luar negeri. Sedangkan untuk pasar nasional, produk manik-manik berupa kalung, gelang, bros, dan aksesoris ini menjadi favorit turis Bali dan Martapura.
“Motif yang ada di manik-manik ini bukan dicat dengan cara pengrajin sudah siap di atas api yang membara, dan meleburkan batangan limbah kaca dan beling yang tebalnya sekitar dua milimeter. Limbah kaca itu dibentuk menjadi bulatan manik. Motif dan warna juga dibuat dengan kaca yang lain yang memiliki warna tertentu. Sehingga motif ini tidak akan rusak,” terang Suloso saat ditemui di kediamannya. Minggu (29/1/2023)
Menurut Suloso, akhir – akhir ini sering dapat pesanan dari Bali sama Kalimantan rata – rata berupa bahan material. Pihaknya tidak mengirim barang siap pakai. Kalau pasar luar negeri yang sering ke Cina dan bahan material saja sesuai permintaan. Sekali kirim bahan material senilai 33 juta rupiah.
“Alhamdulillah usaha kami warga Plumbon Gambang ini telah merambah keluar negeri. Dengan bergairahnya pasar, membuat gairah usaha juga tumbuh pesat karena dua tahun kemarin omset menurun karena pandemi Covid-19. Untuk saat ini sudah mengalami pemulihan ekonomi, tiap bulannya mendapatkan omset kurang lebih 25 – 30 juta rupiah per bulan. Imdustri kami dibantu pekerja laki – laki sebanyak 7 orang dan pekerja wanita sebanyak 5 orang,” jelas Suloso. (iin)










