Caption Foto : DPL bersama mahasiswa yang ikut Demoday Wirausaha
mediapetisi.net – Universitas Darul ‘Ulum Jombang menjadi salah satu peserta Wirausaha Merdeka Kampus (WMK) bekerjasama dengan Universitas Ciputra Surabaya yang mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melaksanakan program hibah Wirausaha Merdeka (WMK) bagi mahasiswa. Demoday MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) Wirausaha dibuka oleh Wakil Rektor III Syaiful Bahri. Bertempat di Balkon depan Kampus UNDAR Jombang. Kamis (10/11/2022)
Syamsul Bahri mengatakan MBKM wirausaha adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikandan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja.

Caption Foto : Wakil Rektor 3 Syamsul Bahri saat membuka Demoday Wirausaha
“Wirausaha merdeka ini bagian dari merdeka belajar kampus merdeka salah satu aktivitas yang harus dilakukan adalah menunjukkan produk dari pembelajaran yang sudah berjalan sekitar 2 sampai 3 bulan. Sehingga diharapkan hasil ini akan menjadi produk unggulan terutama bagi pelakunya. Ini ada 7 kelompok yang menghasilkan 7 produk termasuk wong jamu ini,” terangnya.
Menurut Syamsul, Wong jamu ini masuk seleksi tingkat nasional sehingga tanggal 21 sampai 20 November 2022 mau mengikuti seleksi tingkat nasional karena terpilih menjadi peserta masuk 300 besar dari beberapa ribu peserta yang mengikuti dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan wong jamu ini masuk dari salah satu kategori produk yang terbaik dari produk yang baik semuanya itu syukur-syukur kalau bisa menjadi juara satu nasional.
“Harapan dari pimpinan universitas adalah merdeka belajar ini sesuai dengan tujuan mereka. Sebenarnya bukan hanya dari mahasiswa fakultas ekonomi yang diharapkan mengikuti program ini melainkan juga dari mahasiswa fakultas yang lain. Saat ini ada beberapa mahasiswa yang mengikuti program sekolah ekspor,” harapnya.
Sementara itu, DPL dari Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi Supriadi merasa senang karena UNDAR Jombang bekerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan mahasiswanya ikut wirausaha merdeka kampus dalam kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). MBKM ada 8 program diantaranya magang, proyek kemanusiaan, penelitian independen, bangun desa, kewirausahaan, pertukaran pelajar dan kuliah kerja nyata.
“Kebetulan ada kesempatan dengan Universitas Ciputra, yang dikirim ada 33 mahasiswa, dari Universitas Islam Lamongan 3, selebihnya dari UNDAR. Sedangkan dari UNDAR sendiri ada Ekonomi Akuntansi 5 mahasiswa, dari Manajemen 12 mahasiswa, dari Teknik 13 mahasiswa dan Sospol 2 mahasiswa. Pada bulan pertama program, mahasiswa melakukan proses eksplorasi peluang,” jelasnya.
Demoday memamerkan karya mahasiswa, nanti pengunjung memvalidasi dan tanggapan dari konsumen terkait rasa, kemasan, harganya, dan lain-lain. Mahasiwa mengelola sendiri, terdiri ada 7 produk selain itu jasa berupa digital. Yang membina Supriadi, Linda Ratnasari, Izzatul Umami DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), sedangkan dari fasilitator Universitas Ciputra yakni Kartika, Stanislause, Agus Setiawan dan Livia. Program tersebut pogram mulai September – Desember.
“Saya berharap mahasiswa yang mengikuti program ini dapat mengembangkan produknya. Karena program Wirausaha Merdeka memberikan pengalaman langsung dengan melakukan sesuatu hal baru yang dapat diimplementasikan secara langsung melalui kegiatan berbisnis. Adanya program Wirausaha Merdeka ini membuat mahasiswa memiliki semangat, keberanian, dan kemandirian untuk mengambil sebuah keputusan dalam jiwa kreativitas dan berinovasi,” harap Supriadi.
Di tempat yang sama, Lutfi Wildan Abdillah mahasiswa Akuntansi Semester 5 mengatakan MBKM Wirausaha ini merupakan pngalaman berharga yang didapatkan karena produk wong jamu yang masuk seleksi tingkat nasional. Dia juga berinteraksi dengan berbagai pihak yang berkepentingan, diantaranya adalah fasilitator yang berasal dari berbagai macam latar belakang.
“Untuk produk yang demoday hari ini ada basreng, kripik kaca, makroni, tepung gadung, kave kopi literasi, kripik gadung, jasa digital, kripik debus dan wingko Babat. Untuk wong jamu ini berasal dari serbuk rempah – rempah yang dicampur dengan yoghurt. Semoga produk wong jamu ini masuk juara nasional,” pungkasnya. (lis)










