Caption Foto : Bupati Jombang saat mengunjungi tempat pemrosesan sampah

mediapetisi.net – Peresmian Operasional Alih Teknologi TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sanitary Landfill program Emission Reduction In Cities – Solid Waste Management (ERIC – SWM) dan launching program pembatasan penggunaan plastik sekali pakai oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.

Tampak hadir Kasubdit Wilayah II Direktorat Sanitasi Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kepala DLH Jatim, Projrct Manager PT Adhi Karya dan Perwakilan Konsultan IC Fichner, Wakil Bupati Jombang, Dandim 0814, Kapolres, Dansatradar 222, Ketua PN dan PA, Kasi Datun, Asisten 2, Kepala OPD, Forpimcam dan Para penerima penghargaan. Bertempat di TPA Banjardowo – Jombang Jawa Timur. Rabu (21/9/2022)

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat menyampaikan bantuan Kementerian PUPR TPA Sanitary bisa segera dimanfaatkan oleh Kabupaten Jombang untuk meningkatkan pelayanan persampahan yang lebih maksimal. Program ERIC merupakan program kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman dan Swiss sejak tahun 2010 dalam rangka berkontribusi dalam pelaksanaan strategi climate change atau perubahan iklim di perkotaan khususnya dari sektor limbah atau persampahan. 

“Sektor persampahan merupakan sektor ketiga penyumbang terbesar efek emisi gas rumah kaca di Indonesia dan selain itu kita juga memiliki target rpjmn 100 kosong 100 di mana 100 itu adalah 100% terhadap pelayanan sanitasi, 0% terhadap kumuh dan 100% terhadap layanan air minum. Oleh karena itu tentu program ini dapat memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pelayanan sanitasi 100% di Indonesia khususnya di provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jombang,” terangnya.

Caption Foto : Saat penandatanganan Perjanjian Pinjam Pakai  Barang Milik Negara (BMN) Berupa Konstruksi ERIC antara Denny Kumara Kasat Prasarana Permukiman Wilayah Jatim dengan Miftahul Ulum Kepala DLH    

Menurut Reva, program ERIC ini baru ada 4 lokasi yang ada di Indonesia diantaranya Jambi, Malang, Sidoarjo dan Jombang. TPA elite ini memang berbeda dengan TPA lainnya yang memiliki sorting dan composting. Semua sampah tidak langsung masuk kepada sanitasi renville tetapi dilakukan pemilahan. Oleh karena itu dengan adanya sorting dan composting harapannya tentu beban sanitasi renville akan lebih berkurang.

Selain itu TPA ini bisa menampung 110 ton per hari dan 450.000 kapasitas dan umur dari TPA ini tidak hanya sampai umur 6 atau 7 tahun tetapi umur TPA ini bisa lebih panjang bahkan sampai 10 tahun karena investasi kami yang kurang lebih sebesar 120 Miliar. Harapannya tentu bisa memiliki jangka waktu penggunaan TPA dengan cukup lama. Oleh karena itu penting sekali bagi kami terutama di Pemerintah Kabupaten Jombang agar dapat melakukan pemulihan dari sumbernya yakni sumber rumah tangga sehingga nanti ada edukasi kepada masyarakat Jombang sehingga dengan pemadatan yang maksimal di TPA sanitasi Renville ini kita bisa mendapatkan umur TPA yang lebih panjang atau dalam waktu yang panjang. 

“Kami bukan hanya membangun infrastrukturnya saja tetapi juga termasuk peralatan dan perlengkapan spesifikasi yang terbaik. Selain itu kita juga akan melakukan pendampingan secara intens kepada pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan kapasitas pemerintah dalam rangka mengelola persampahan ini dan harapan kami tentunya yang paling besar yakni TPA bukan hanya diterima sekedar sebagai pendukung infrastruktur saja tetapi operasional dan pemeliharaannya diharapkan betul-betul ada dukungan dari pemerintah Kabupaten Jombang,” harap Reva.

Sementara itu Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan program ERIC dan launching program pembatasan penggunaan plastik sekali pakai merupakan salah satu diantara 4 kabupaten/kota yang berkomitmen melaksanakan program Kementerian PUPR dengan pembiayaan Pemerintah Swiss dan Jerman. Program tersebut untuk memulai langkah nyata dalam pemgelolaan lingkungan hidup terkait sampah.

Kepada penerima penghargaan, saya harapkan bisa menjadi motor perubahan mengajak dan mengubah perilaku ramah lingkungan membiasakan membuang sampah pada tempatnya memilih sampah dan bertanggung jawab mengelola sampah yang dihasilkan di sekolah, Pondok dan lingkungan masing-masing. Hari ini kita semua telah melihat pemanfaatan sampah organik dan anorganik di TPA Jombang tentunya hal ini sangat mungkin dikembangkan lingkup yang lebih kecil di bank sampah dan 3R. Upaya ini tidak hanya mendorong masyarakat lebih peduli terhadap sampah tetapi juga dapat menumbuhkan potensi ekonomi kerakyatan dan kesempatan kerja.

“Persoalan sampah merupakan isu strategis Pemerintah Kabupaten Jombang dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa dan luas 1.159 km2, potensi timbunan sampah rumah tangga saat ini mencapai lebih dari 520 ton per hari. Sedangkan kemampuan layanan pengelolaan sampah baru mencapai 37% dengan penanganan sampah sebesar 24% dan pengurangan mencapai 13% tentunya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. TPA Banjardowo Jombang dengan segala teknologi di dalamnya bukan solusi akhir keterbatasan lahan dan biaya operasional yang tentunya besar harus menjadi pertimbangan,” harap Bupati Mundjidah.

Di tempat yang sama Country Director Of KFW Office Indonesia Mr. Burkhard Hinz menyampaikan program ERIC bisa disaksikan sebuah tanda, bahwa tidak hanya untuk masyarakat Jombang saja tetapi sebagai pembelajaran untuk seluruh masyarakat Indonesia lainnya. Bagaimana kita harus menangani sampah padat dan bagaimana kita bisa menjaga lingkungan melalui pengolahan sampah padat. Indonesia adalah sebagai negara yang sangat indah, agar mungkin dikemudian hari kota-kota lain dapat mengikuti apa yang Jombang aktif sampai saat ini. Ada challenge tentang pembuangan sampah akhir, namun juga tentang masyarakat bisa berpartisipasi dalam pengolahan sampah melalui 3R Reuse, reduce, recycle.

“Tapi, ini juga tentang memberikan pelajaran mengurangi emisi gas, rumah kaca, karbondioksida, dan hal tersebut merupakan suatu signal untuk tidak hanya kabupaten Jombang, tapi mungkin untuk seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan target plPresiden Indonesia Jokowi. Akan ada sampah yang diproduksi, maka dari itu solusi terbaik adalah memilah dan mengolah sampah dengan cara paling baik. Pemerintah Jerman sendiri yang akan memberikan biaya infrastruktur dan juga ingin mengucapkan terima kasih kepada patner bisnis yang telah membiayai. Dan juga, memberikan hibah dalam bentuk kapasitas lebih untuk rakyat,” pungkasnya. (lis)