Caption Foto : Kasat Reskrim Jombang saat pimpin pers release

mediapetisi.net – Satreskrim Polres Jombang menggelar Pers Rilis terkait pelaksanaan pengamanan kegiatan pengesahan perguruan silat di Kabupaten Jombang yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha. Bertempat di depan ruang Satreskrim Polres Jombang. Sabtu (6/8/22)

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menyampaikan, hasil kegiatan tersebut didapati beberapa kelompok anak muda yang berusaha dan sudah berbuat onar di Kabupaten Jombang. 

“Kami berhasil mengamankan 48 orang, 32 unit motor serta 2 senjata tajam jenis Celurit. Semalam terdapat 3 peristiwa yaitu laka lantas tabrak lari dengan menetapkan 2 orang sebagai tersangka, pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok pada punggung dengan menetapkan 3 orang sebagai tersangka yang sudah ditahan di Polsek Kota serta 1 peristiwa membawa senjata tajam jenis celurit dengan menetapkan 1 orang sebagai tersangka yang sudah dikakukan penahanan di Polres Jombang,” ungkapnya.

Giadi menghimbau kepada seluruh kelompok anak muda maupun simpatisan serta orang tua agar mengawasi dan menjaga anak-anaknya atau keluarganya, jangan sampai terlibat apalagi membuat onar di Kabupaten Jombang maupun di kota/Kabupaten lainnya. 

Selain itu, Polres Jombang tidak melarang proses pelaksanaan kegiatan segala perguruan, bahkan Polres mendukung dengan melaksanakan pengamanan. Polres Jombang tidak mentolelir kegiatan yang bersifat melanggar hukum, konvoi apalagi sampai melakukan tindak pidana

“Mari sama-sama kita ciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif di Kabupaten Jombang maupun di Kota dan Kabupaten lainnya. Kami tidak segan-segan memberikan tindakan tegas apabila masih ada sekelompok orang maupun pemuda yang mencoba membuat onar di Kabupaten Jombang,” pesannya.

Sedangkan pembacokan di wilayah hukum Polsek Kota. Korban mendapatkan perawatan di Rumah Sakit, tetapi tadi pagi sudah bisa pulang. Ada indikasi salah satu perguruan melakukan hunting atau mencari keributan dengan perguruan lainnya.

“Saat mendapat lawan akan langsung dilakukan tawuran bahkan akan melukai menggunakan senjata tajam, karena sudah di persiapkan serta ada provokasi di grub untuk melaksanakan tawuran. Pasal yang dikenakan kepada para tersangka adalah pasal 170 KUHP. Sebagian besar pemuda yang tidak terindikasi melakukan tindak pidana di pulangkan dengan catatan di jemput keluarga atau pihak pemeritah desa,” tukasnya. (iin/zul)