Caption Foto : Asisten 2 Suwignyo saat membuka pelatiban desain produk
mediapetisi.net – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang melaksanakan Peningkatan kapasitas koperasi, Usaha Mikro dan Kecil (PK2UMK) dengan Pelatihan dan Pendampingan Desain Produk Koperasi dan Usaha Mikro dibuka oleh Asisten 2 Suwignyo. Dengan nara sumber dari OPOP, Kadin Jombang dan ITS. Bertempat di ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. Senin (20/6/2022)
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang Muntholip yang diwakili Sekretarisnya Sri Surjati menyampaikan sebagaimana diketahui dalam rangkaian situasi usaha yang sangat sulit maka sekaligus mendukung program identitas, kementrian koperasi, dan UKM maka dalam kesempatan tersebut dilaksanakan kegiatan pelatihan dan ketrampilan. Banyak koperasi dan wirausaha masih perlu untuk melakukan pembinaan bertepatan dengan desain yang selama ini masih belum dapat desain baik.
Agar dapat mempunyai design yang menarik dan dibantu oleh brosur, tenaga kerja, seluruh peserta dan semua pihak dan lain lain. Bagaimana agar bisa menarik konsumen – konsumen, lebih giat dalam masyarakat dan kemudian bisa membuka pelatihan khusus serta pelatihan yang dapat informasi informasi. Memiliki usaha yang artinya dapat usaha tersebut. Yang akan menjadi tolak ukur, memiliki usaha serta berani berindustri dengan yang lain.
“Kami dari Dinas Koperasi dan UM Jombang berkeinginan memberikan bimbingan dan pendampingan dalam bentuk pelatihan Desain Kemasan agar nantinya para pelaku usaha mikro khususnya produk makanan dan minuman dapat mengetahui standar kemasan yang baik dan menarik untuk sebuah produk agar memiliki nilai jual yang lebih untuk dipasarkan,” terangnya.
Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas kemasan produk dengan harapan produk tersebut dapat berdaya saing tinggi, sehingga dapat bersaing dengan produk dan daerah lain. Untuk menambah daya tarik tersendiri untuk produk yang ditawarkan serta menambah pengetahuan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produksi agar lebih baik lagi.
“Kegiatan ini diikuti pelaku usaha mikro, koperasi wanita, koperasi pondok pesantren dan lainnya. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 4 (hari) mulai tanggal 20 sampai 23 Juni 2022. Diharapkan agar peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat memahami dengan baik dan dapat mempraktekkan agar pelaku usaha dapat membuat kemasan yang memiliki daya tarik sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan semakin tinggi,” harapnya.
Sementara itu, Asisten 2 Suwignyo menyampaikan bahwa dengan strategi packing yang baik, pelaku usaha bisa memberi pencitraan nama UMK-nya, sehingga para konsumen langsung ingat. Kalau ini sudah berhasil, saya yakin para pelaku UMK bisa tumbuh dan berkembang.
“Pelatihan ini saya yakin,akan berdampak positif dan signifikan, apabila para pelaku UMKM bisa mengimplementasikan, dalam operasional maupun pemasaran dari produk-produknya yang dihasilkan,” ungkapnya
Sekarang ini, persaingan sangat ketat, produk yang diminati pembeli adalah yang terbaik dalam kualitas dan yang dikemas baik. Tentu wirausahawan dituntut untuk inovatif dan kreatif.
“Kami menyarankan untuk diadakannya gedung produksi dan ada gedung untuk penjualan. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah menginformasikan pesantren dengan forum – forum yang diadakan. Jika santri pondok pesantren bisa lebih dinamakan pendekatan lebih giat apalagi sekarang program yang dijalani,” tandasnya. (lis)









