Caption Foto : Kepala Bea Cukai Kediri Sunaryo saat menunjukkan barang bukti rokok ilegal

mediapetisi.net – Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DCBC) Kantor Wilayah Jawa Timur II Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kediri gelar press release hasil operasi penindakan di bidang cukai, Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa rokok polosan tanpa dilekati pita cukai pada Kamis 19 Mei 2022. Bertempat di Media Center Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kediri.  Jum’at (20/05/22) 

Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Sunaryo menyampaikan, pada hari Rabu 11 Mei 2022 sekitar pukul 22.30 WIB, Tim Unit Intelijen dan Penindakan (Indak) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri berhasil melakukan kegiatan operasi penindakan BKC ilegal pada jalur distribusi rokok ilegal sebagai strategi optimalisasi kebijakan KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri dalam memberantas peredaran rokok ilegal.

“Operasi penindakan tersebut dilakukan berdasarkan dari hasil operasi intelijen yang mendeteksi adanya rencana pengiriman BKC ilegal berupa rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) polosan tanpa dilekati pita cukai yang dimuat dalam angkut barang berupa truk dengan nomor polisi AE 8596 XX dari wilayah Jawa Timur menuju wilayah Jawa Tengah dengan melewati ruas Jalan Tol Trans Jawa,” ungkapnya.

Setelah truk yang memuat barang tersebut melintasi wilayah pengawasan KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri, Tim Indak bergerak melakukan operasi penindakan berupa pengejaran (hot pursuite) hingga berhasil melakukan penghentian dan penegahan di Exit Tol Mojokerto – Jombang KM 686. 

“Setelah melakukan  penghentian dan penegahan di Exit Tol Mojokerto-Jombang KM 686, Tim Indak kemudian melakukan pemeriksaan pada truk muatan barang tersebut. Ketika melakukan pemeriksaan mendapati BKC ilegal berupa rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai sebanyak 120 karton @8 bal @10 slop @10 pack @20 batang atau jumlah total mencapai 1.920.000 (satu juta sembilan ratus dua puluh ribu) batang diantaranya yakni SKM merek SBR 113 karton atau setara 1.808.000 batang tanpa dilekati pita cukai, SKM merek RQ PRO RIZQUNA 7 karton atau setara 112.000 batang tanpa dilekati pita cukai,” papar Sunaryo. 

Menurut Sunaryo, Perkiraan nilai barang hasil penindakan sejumlah 1.920.000 (satu juta sembilan ratus dua puluh ribu) batang dimaksud sebesar kurang lebih Rp 2.188.800.000,- (dua miliar seratus delapan puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah) dengan potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp 1.483.891.200,- (satu miliar empat ratus delapan puluh tiga juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu dua ratus rupiah).

Tidak hanya itu, Sunaryo mengatakan juga barang hasil penindakan berupa rokok jenis SKM tanpa dilekati pita cukai dimaksud dituangkan pada Surat Bukti Penindakan (SBP) Nomor : SBP-44/KBC.120202/2022 tanggal 11 Mei 2022 dan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007.

Pasal 54 yang menyatakan “Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Sedangkan Pasal 56 yang menyatakan “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar”.

“Menindaklanjuti barang hasil penindakan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyidikan sesuai SPDP nomor PDP-01/KBC.120203/PPNS/2022 tanggal 12 Mei 2022 dengan tersangka yang berinisial AI,” pungkas Sunaryo. (lis)