Caption Foto : Ketua KTNA Jatim bersama Komisaris PKT, Pemimpin BNI Jombang, Saprotan Utama Pupuk Indonesia, Kadispert dan Ketua Program Makmur Jombang saat menunjukkan pupuk dari program makmur 

mediapetisi.net – Panen Raya Budidaya Tanam Padi Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Pacarpeluk Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang. Dihadiri Ketua KTNA Jatim Sumrambah, Komisaris PKT (Pupuk Kalimantan Timur) Gustaf Ace Pati, Pemimpin Cabang BNI Jombang Priyo Purwono, Saprotan Utama Iriyanto, Pupuk Indonesia, Supriyanto, Kadis Pertanian Rony dan Ketua Program Makmur Jombang Sukriadi. Senin (25/4/2022)

Ketua KTNA Jatim Sumrambah mengatakan pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang wajib terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan pangan sangat berkaitan dengan performa industri pertanian. Untuk itu, peran petani sangat besar, bahkan digadang sebagai pahlawan bangsa di bidang pangan dan pertanian juga menopang perekonomian nasional

Sehingga program makmur dijalankan untuk membantu petani dalam menaikkan hasil panen karena PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai produsen pupuk urea di Tanah Air berupaya mengoptimalkan produktivitas pertanian. 

“Sejak 2020, Pupuk Kaltim menginisiasi program Makmur (sebelumnya Agro Solution) yang fokus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kini Pupuk Kaltim bersama instansi lainnya yang berada di bawah naungan group PT Pupuk Indonesia bersama-sama menjalankan program Makmur di seluruh Indonesia,” terangnya.

Menurut Sumrambah, Program Makmur pada dasarnya merupakan program kemitraan yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya adalah petani, instansi keuangan, instansi pemerintahan, hingga korporasi untuk membentuk ekosistem kondusif bagi petani. Kolaborasi strategis ini menjadi aksi nyata untuk menciptakan sistem pertanian yang mencapai produktivitas optimal sehingga tercapai kesejahteraan petani secara finansial.

“Selain itu, program Makmur senantiasa mendorong peningkatan penggunaan pupuk nonsubsidi untuk mengurangi ketergantungan akan pupuk subsidi. Lalu, program ini juga diharapkan dapat mendorong minat petani milenial yang menjadi harapan bagi industri pertanian masa kini untuk ikut serta dalam menciptakan ketahanan pangan,” jelasnya.

Sedangkan proses kemitraan yang dijalankan mudah untuk diikuti dan dipahami oleh petani. Dengan melibatkan Dinas Pertanian, data petani lebih cepat untuk dikumpulkan dan hal itu akan mempersingkat proses kemitraan. Alhasil, para petani yang sudah terdaftar otomatis akan mendapatkan manfaat program.

“Untuk itu, ada tiga upaya yang dilakukan oleh program Makmur untuk meningkatkan produktivitas petani diantaranya adanya Jaminan Pasar karena program Makmur senantiasa menghadirkan pihak korporasi yang berperan sebagai offtaker dari produk-produk yang dihasilkan petani. Yang kedua Akses Permodalan dan Asuransi karena petani diberikan akses permodalan yang utamanya diperoleh dari bank Himbara yakni BNI, BRI, dan Mandiri. Dan yang ketiga adanya Pendampingan dan Sarana Produksi (Saprodi) sebagai upaya mengoptimalkan produktivitas petani, Pupuk Kaltim melalui program Makmur ini mendistribusikan sarana produksi yakni benih, pestisida, dan pupuk yang terjamin kualitasnya,” pungkas Sumrambah. (lis)