Caption Foto : Wabup Sumrambah didampingi Sekda Agus Purnomo, Kepala Dinkes Budi Nugroho dan Kadinsos Hari Purnomo saat menjenguk korban keracunan di RS Muhammadiyah Mojiagung
mediapetisi.net – Wakil Bupati Jombang Sumrambah bersama Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Kepala Dinas Kesehatan Budi Nugroho, Kadinsos Hari Purnomo menjenguk satu keluarga asal Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Jombang, yang tengah dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung karena keracunan. Jumat (15/4/2022)
Mereka yang selamat dari keracunan ini berjumlah 4 orang. Sujik, Slamet, dan Mareta dirawat di RSU PKU Muhamadiyah Mojoagung, Jombang. Sedangkan Sutaji menjalani rawat jalan karena kondisinya sudah membaik.
Wakil Bupati Jombang menyampaikan turut berduka atas musibah yang menimpa dan memastikan apakah para korban yang dirawat telah tercover oleh BPJS.
“Saat ini kondisi tiga korban keracunan sudah membaik dan tadi bisa komunikasi dan semuanya sudah sehat. Selain itu, saya pastikan BPJS-nya, aktif apa tidak dan ternyata BPJS-nya yang dua aktif, yang satu tidak aktif,” ungkapnya.
Sumrambah meminta pada Kepala Dinas Kesehatan Budi Nugroho, Kepala Dinas Sosial Hari Purnomo untuk mengatasi persoalan tersebut. Kepada masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah. Hal tersebut untuk memastikan gejala apa yang sedang diderita warga. Sehingga peristiwa keracunan seperti di Sumobito tidak terulang.
“Saat merasakan sakit, langsung saja ke puskesmas, jangan sampai terlambat atau takut, nanti akibatnya seperti ini karena puskesmas merupakam pengobatan yang paling murah dan bisa dideteksi dengan benar,” tandasnya.
Sebagaimana diberitakan, bahwa peristiwa keracunan telah dialami satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri, yaitu Slamet M Yusuf (33) dan Sujik Mustiari (33) dan dua anak pasangan ini Mareta Putri Regina (13) dan Savara Malikha Bilqis (6), serta ayah Slamet, Asmiadi (79).
Korban lainnya adalah Sutaji (47) yang juga warga Dusun Grudo, Jombang. Ia ikut makan bersama menu nasi dan ayam goreng di rumah keluarga Slamet pada Minggu (10/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Karena saat itu, Sutaji bekerja memperbaiki teras rumah korban.
Kejadian berawal pada Minggu 10 April 2022, mereka mengalami mual, muntah, dan diare. Namun para korban tidak segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Hingga pada Selasa 12 April, anak bungsu Slamet yang berusia 6 tahun meninggal dunia. Satu keluarga ini kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Sumobito. Yang selanjutnya dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jombang.
Sementara ayah Slamet, Asmiadi (79) dirujuk ke RSUD Jombang karena dehidrasi berat. Pada 13 April kemarin, Asmiadi meninggal dunia. Untuk memastikan penyebab satu keluarga ini keracunan, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang telah mengambil sampel sisa makanan yang dikonsumsi para korban, berupa mi, buah dan tulang ayam. Sampel air sumur di rumah korban juga diambil. Semua sampel dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan, BBLK Surabaya. (lis)









