Caption Foto : Gubernur Khofifah saat berangkatkan pengiriman minyak goreng untuk masyarakat 

mediapetisi.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya mengatasi kelangkaan minyak goreng (Migor) di sejumlah daerah, termasuk mengirim 3.500 ton migor di gedung Negara Grahadi untuk mempercepat kebutuhan masyarakat. Kamis malam (3/2/2022)

Pengiriman 3.500 ton migor yang dikemas secara premium ini dilakukan secara bertahap untuk 38 Kabupaten/Kota, untuk tahap pertama dikirim ke 17 Kabupaten/Kota sebagai implementasi dari Permendag Nomor 6 tahun 2021, agar migor di Jatim bisa terpenuhi dan harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau kemasa premium maka HETnya adalah 14 ribu perliter, secara bertahap akan terus dikirim ke semua Kabupaten/Kota, malam ini baru 17 besok sore akan dilanjutkan lagi,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah juga menerangkan, saat Menteri Perdagangan meninjau ke pasar Tambakrejo Surabaya merasa kaget bahwa minyak goreng curah harganya tembus 20 ribu. Kemudian langsung menugaskan Dirjen Perdagangan selama lima hari di Jatim untuk koordinasi multi stakeholder.

“Karena saya juga berkoordinasi dengan beliau di kantor Disperindag, jadi multi stake holder. Akhirnya diambil keputusan bahwa RNI dan PPI diminta untuk menyiapkan stok minyak goreng, lallu ada asosiasi packaging minyak goreng ini yang membantu proses sampai kepada siap didistribusikan dalam kondisi sudah di package,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jatim Drajat Irawan menyampaikan, untuk memastikan distribusi minyak goreng kemasan ini bisa sampai ke konsumen dengan harga HET 14 ribu perliter maka pihaknya menerjunkan tim pengawas hingga satgas pangan di seluruh pasar.

“Ada tim pemantau juga di tiap-tiap pasar terutama kepala pasar dan kita punya pencacah data di 116 pasar, ini akan mantau diterima akhir oleh konsumen berapa harganya. Sudah kita tugasi di hampir 116 pasar kita punya pencacah data yang mantau kemudian dari Dirjen ada 11 penyidik-penyidik yang tersebar juga di beberapa pasar yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.

Disamping siaganya tim pemantau dan satgas pangan, pihak kepolisian juga akan dilibatkan untuk memantau harga pendistribusian 3.500 ton Migor dari Pemerintah Provinsi ke konsumen tidak melebihi HET yang ditetapkan.(hms/lis)