Caption Foto : Kepala Lapas IIB Jombang saat ditemui di depan kantor Lapas IIB Jombang

mediapetisi.net – Kabupaten Jombang masuk PPKM level 2, Lembaga Pemasyarakatan kelas 2 Jombang melakukan program pembinaan dengan menerapkan prokes ketat sesuai Program Pemerintah. Selasa (22/2/22)

Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas 2  Jombang Mahendra ketika diwawancarai awak media mengatakan, terkait dengan pandemi covid kunjungan secara tatap muka ditiadakan sehingga semuanya hanya berupa titipan berupa barang. Untuk mensiasati agar warga binaan bisa tetap berinteraksi dengan keluarga, Lapas juga menyediakan Video Call di jam-jam tertentu. 

“Semenjak adanya pemberlakuan PPKM level 2, penitipan barang sekaligus berkomunikasi dengan keluarga melalui monitor yang di sediakan oleh Lapas untuk warga binaan dilakukan seminggu hanya tiga kali setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Sedangkan setiap Selasa, Kamis dan Jumat digunakan untuk bersih-bersih mulai membersihkan seluruh ruangan hingga dilakukan disenfektan. Waktu libur digunakan untuk pensterilan,” ungkapnya.

Menurut Mahendra, setiap hari warga binaan melakukan senam sekalian berjemur di bawah sinar matahari, selain itu warga binaan juga diajak melakukan kegiatan sholat berjamaah dan mengaji.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan membaca ayat-ayat suci Al-quran serta sholat berjamaah bisa membuat mereka tidak ingin kembali ke Lapas. Banyak warga binaan yang setelah keluar berubah menjadi baik, di Lapas juga ada BLK sehingga setelah keluar banyak yang membuka usaha sendiri. Sedangkan untuk warga binaan wanita ada tambahan kegiatan secara daring yaitu Women Crisis Center (WCC),” terangnya

Total warga binaan di Lapas Jombang sebanyak 962 orang, sekitar 90 persen warga binaan sudah diberikan vaksinasi, untuk petugas semuanya sudah melakukan vaksinasi booster oleh Dinas Kesehatan atas arahan Bupati Jombang, pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh UPTD Puskesmas Jelakombo.

“Lapas IIB Jombang juga terdapat blok isolasi bahkan ada satu kamar khusus untuk warga binaan yang mempunyai penyakit penyerta (Komorbid),” jelas Mahendra.

Tidak hanya itu, sebulan sekali Lapas Kabupaten Jombang mrlakukan pemindahan warga binaan sebanyak 30 Orang, hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah hunian di Lapas Kabupaten Jombang. Sebab hampir seluruh Lapas di Jawa Timur over kapasitas.

“Warga binaan bisa minta untuk dipindahkan sebab ada Undang-undangnya. Pengajuan pemindahan syaratnya harus ada persetujuan dari pihak keluarga dan yang diprioritaskan adalah warga binaan resedivis. Masa pandemi covid juga terdapat program asimilasi, hal ini merupakan salah satu upaya untuk pengurangan jumlah warga binaan,” ujar Mahendra.

Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Lapas memberikan remisi lebaran dengan kriteria 6 bulan terakhir berkelakuan baik untuk kasus biasa, sedangkan untuk kasus korupsi harus berkelakuan baik selama 9 bulan terakhir serta pidana harus di atas 6 bulan

Mulai pelonjakan angka covid akhir-akhir ini, Lapas Kabupaten Jombang sudah memberikan remisi kepada warga binaan kurang lebih sebanyak 300 orang. Saya juga menitipkan pesan kepada warga binaan agar selalu menjaga imun, ketika blok di buka jangan hanya di kamar tetapi lebih baik keluar melakukan aktifitas, pungkas Mahendra. (zul)