Caption Foto : Gubernur Khofifah saat pembukaan Rakor Revitalisasi Dewan Pendidikan dalam mendukung Program Jatim Cerdas di Hotel Grand Mercure Surabaya

mediapetisi.net – Sumber daya manusia (SDM) unggul jadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Jatim Cerdas. Agar berjalan optimal, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta semua pihak dan stakeholders agar bersinergi untuk memperkokoh pondasi dalam membentuk SDM berkualitas. Utamanya dalam memecahkan berbagai persoalan di sektor pendidikan termasuk koneksitas dengan DUDIKA (dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja).

Dalam Rakor Dewan Pendidikan Jatim, Khofifah menekankan adanya penguatan literasi dengan mendorong kultur atau budaya membaca. Ia juga mengajak sinergitas para stakeholders pendidikan dalam menyiapkan struktur dan kultur dalam proses penyiapan SDM paripurna.

“Saya berharap melalui kegiatan ini Dewan Pendidikan akan membantu penguatan literasi, dengan terus memonitor perkembangan dan kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” ujar Khofifah usai pembukaan Rakor Revitalisasi Dewan Pendidikan Dalam Mendukung Program Jatim Cerdas di Jatim di Hotel Grand Mercure Surabaya. Sabtu (13/11/2021)

Gubernur Khofifah menyebut, jika menyinggung soal literasi, tidak hanya dalam hal membaca saja. Lebih dari itu, berbagai ruang lingkup literasi seperti literasi financial, literasi digital, dan literasi humanis yang menjadikan kecerdasan sosial menjadi bagian yang berseiring dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

Ia melanjutkan, dalam mewujudkan SDM Unggul Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Jatim juga mempunyai program SMA Double Track, yang merupakan program vokasional, khususnya bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Selain itu, SMK yang berstatus BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang saat ini tercatat sudah 20 lembaga, di akhir tahun, kata Khofifah rencananya akan bertambah menjadi 77 lembaga SMK berstatus BLUD.

“Ada hal yang saya rasa kita bisa menemukan produk-produk SMK yang sangat genuine, briliant dan out of the box. Antara lain yang saya lihat pada tanggal 9 November 2021 kemarin. Bagaimana anak SMK di Ponorogo mempunyai ide yang super kreatif . Mengubah sampah menjadi rupiah dan berkah. Melalui pengolahan yang outputnya menjadi briket bahan bakar ini menurut saya ini solve the problem,” jelasnya.

Khofifah menilai inovasi-inovasi tersebut harus ditemu kenali, agar bisa di replikasi lebih masif di berbagai daerah. Terlebih lagi, inovasi tersebut dibuat oleh para siswa SMK yang ada di Ponorogo. Tak hanya briket, pupuk organik dengan komponen utama dari limbah sampah organik juga dibuat para siswa SMK di Ponorogo. Yang luar biasa, adalah format teknologi tepat guna yang diterapkan. Di mana, untuk finishing teknologi dibuat sendiri oleh para siswa.

“Inovasi-inovasi dari siswa, tentu menjadi bagian peran penting bagi Dewan Pendidikan Jatim untuk memberikan masukkan kepada pemerintah. Sebab, banyak anggota Dewan Pendidikan diantaranya merupakan praktisi dan ada yang bergerak di lini intelektual. Sehingga apa yang kita harapkan kecerdasan kehidupan bangsa bisa terbangun secara komperehensif dengan kerjasama yang terbangun antara pemprov Jatim, Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan se- Jatim,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof Ahmad Muzakki mengatakan selama ini Jatim telah menjadi pioner dalam banyak hal. Termasuk capaian-capaian para pelajar pada program Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan. Jika berbicara mengenai ruang lingkup literasi, dikatakan Prof Muzakki merupakan pintu masuk hulu di pendidikan.

“Karena itu dewan pendidikan akan menjadikan arahan gubernur sebagai pintu masuk untuk memperkuat desain kedepan seperti apa. Memperkuat literasi yang beragam melalui hulu pendidikan. Meski Jatim berada di wilayah atas dari berbagai macam literasi secara nasional, namun hal itu tidak akan menjadikan stakeholder pendidikan Jatim berpuas diri,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi mengapresiasi atas kinerja Dewan Pendidikan Jatim dalam monitoring perkembangan pendidikan di Jawa Timur dan memberikan dukungan kepada Dindik Jatim. Berkat kerja sama yang baik dari semua stakeholders, hasilnya diantaranya dalam penerimaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baik jalur SNMPTN, SBMPTN maupun lewat KIP-K, Jatim menjadi provinsi terbanyak yang siswanya diterima di PTN diantara provinsi lainnya.

“Penilaian Kemendagri terhadap kategori indeks kinerja pendidikan, Jatim juga mendapat penilian terbaik diantara provinsi lain di Indonesia. Ini kerjasama yang baik dan dukungan dari dewan pendidikan, dimana anggotannya ada wakil dari perguruan tinggi, media dan kompenen masyarakat lainnya,” pungkasnya. (lis)