Caption Foto : Suasana zoom webinar dengan Menparekraf dan Bupati Jombang 

mediapetisi.net – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno (Bang Sandi) dan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengajak masyarakat untuk “Ngopeni Sajadah” (Ngobrol Penuh Inspirasi Bareng Bang Sandi dan Bu Nyai Mundjidah) bertepatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H. Ngobrolnya diwakili oleh Sekdakab Jombang DR H. Akh. Jazuli, SH, MSi secara virtual dari ruang Jombang Command Center Kantor Pemkab Jombang dengan tema Harmony In Religious And Cultural Diversity. Selasa Malam (10/8/2021)

Sekda Jazuli mengulas tentang arah kebijakan terkait Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di kabupaten Jombang. Sejak menakhodai Kemenparekraf di Kabinet Indonesia Maju sejak akhir 2020 lalu, Bang Sandi berupaya keras menjadikan sektor pariwisata dalam membantu kebangkitan ekonomi masyarakat. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Bang Sandi menyebut salah satu destinasi yang memiliki potensi besar adalah wisata berbasis budaya. Pesannya, ditengah pandemi Covid 19 agar Parekraf di Kabupaten Jombang bangkit kembali,  masyarakat Jombang jangan lelah untuk terus berinovasi, adaptasi dan berkolaborasi.

Hal itu selaras salah satu program prioritas yang diusung Bupati Jombang dan Sumrambah Wakil Bupati Jombang  Setidaknya, masa kepemimpinannya, telah melakukan langkah dengan memberikan stimulus kepada 7.831 UMKM, Hibah Sarana Prasarana Usaha 1.028 KRTP, Fasilitasi Perizinan Usaha dan Sertifikasi Produk, Peningkatan SDM melalui Pelatihan/Bimtek serta terus berupaya untuk mendorong pengembangan Desa Wisata. Tak hanya itu, pembangunan dan pengembangan wisata religi, wisata budaya juga turut disentuh untuk mewujudkan Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

’’Dengan ngobrol bareng bersama Bang Sandi sosok pengusaha muda sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ini, Parekraf di Kabupaten Jombang diharapkan akan kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, dan mendapatkan pendampingan yang terbaik,” terang Jazuli.

Aspirasi pertama Rohan memaparkan sekilas bahwa Pemerintah Desa Ngampungan sedang merintis menjadi Desa Wisata dengan mengoptimalkan sumber daya masyarakat agar bisa menciptakan kemandirian dan peningkatan perekonomian masyarakat desa. Salah satu upayanya mengembangkan Wisata Pandansili, sebuah destinasi wisata kolam renang peninggalan Belanda menggunakan sumber air alami yang terus mengalir. Kondisi usaha wisata Pandansili banyak digemari pengunjung karena HTM terjangkau. Namun kendala yang dihadapi adalah Jembatan Darurat masuk ke lokasi wisata. 

“Saya berharap ada bantuan untuk  Jembatan Permanen dengan luas lahan terbatas sekitar 4000 meter persegi dan ada bantuan hibah untuk pembebasan lahan di sekitar wisata Pandansili. Kepada Kemenparekraf supaya memfasilitasi ekosistem pelaku usaha wisata dengan memberikan bantuan Pemasaran Wisata dan Produk IKM penunjangnya,” harapnya.

Sedangkan untuk Desa Wisata Sendang Made disampaikan Ning Winarsih bahwa Pemerintah Desa Made sedang merintis menjadi Desa wisata budaya. Salah satunya mengembangkan situs sejarah Sendang Made yang merupakan peninggalan Prabu Airlangga. Sendang made sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya yang memilliki banyak sejarah pada masa Prabu Airlangga dan terdapat beberapa artefak jaman dahulu peninggalan Prabu Airlangga.

Di Sendang Made juga terdapat ritual “Berendam” untuk meditasi. Namun kendala yang dihadapi Wisata Made terletak di wilayah perhutani, balai besar cagar budaya, dan pemerintah Desa dan Sumber Daya Manusia yang kurang. Saya berharap Kemenparekraf memfasilitasi pengembangan terkait wisata budaya memberikan pelatihan terkait peningkatan SDM di bidang pariwisata,” pintanya.

Cak Adi Purwanto menjelaskan KUB Hasta Karya Jombang yang bergerak di bidang pengecoran logam kuningan berupa kerajinan segala jenis Arca, Binatang dll pemasaran tidak langsung melalui Bali 70 %, yang langsung ke Eropa 30 %. Namun kondisi pandemi Covid 19 produksi berhenti selama 1 tahun lebih. Kendala yang dihadapi saat ini bahan baku naik 40 % dan carinya sulit serta modalnya habis untuk biaya hidup selama pandemi. Jika kirim ke luar negeri masih ribet, dan biaya ongkos kirimnya mahal. Kepada Kemenkraf agar memfasilitasi pemasaran dari produk Hasta Karya serta pruduk unggulan Jombang lainnya ke luar negeri seperti pameran ekonomi kreatif yang dihadiri oleh buyer karena dampaknya sangat besar bagi IKM Jombang, jelasnya.

Assosiasi Kopi Wonosalam Cak Muhamad Edi Kuncoro dari Rubath Kopi Jombang menyampaikan kondisi terkini kopi Wonosalam Jombang sudah mulai dikenal dimasyarakat luas berkat kerja sama yang luar biasa dari petani kopi, pemerintah daerah dan penggiat kopi atau Wonosalam Coffee Lover. Beberapa bulan ini mengalami pukulan akibat dampak PPKM Darurat karena beberapa kedai tutup karena biaya operasional lebih tinggi dibandingkan pemasukan. Otomatis berdampak kepada petani muda yang customernya lebih banyak ke kedai dan cafe. Kepada Kemenparekraf agar melakukan pendampingan dan daya dukung kolaborasi dengan pelaku pariwisata, keluhnya.

Semua pertanyaan diajukan para pelaku usaha siap difollow up oleh Kemenparekraf. Satu persatu para deputi dari Bang Sandiaga Uno yang membidangi membantu memberikan jawaban solutif. Sedangkan informasi terkini yang dibagikan kepada para pelaku usaha parekraf bisa segera ditangkap. Dibidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Yuke Sri Rahayu,  meminta para pelaku usaha untuk dapat mengikuti informasi di website www. Kemenparekraf.go.id dan medsosnya Bang Menteri. Selain itu ada Cak Iim Rusyamsi (Ketua Umum OK OCE Indonesia) mengenalkan bagaimana Gerakan OK OC dengan 7 TOP Tahapan OkeOce Prima mulai dari Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perijinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan Permodalan. (lis)