Caption Foto : Suasana Hearing Komisi C DPRD Jombang dengan Sopir Angkudes

mediapetisi.net – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menggelar hearing dengan Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jombang terkait angkutan umum antar desa (Angkudes) dengan kereta kelinci dan bis tayo. Dihadiri Kepala Dinas Perhubungan, Kasat Lantas, Kanit Turjawali, dan para sopir dari SSI Jombang. Bertempat di ruang Paripurna Kantor DPRD Jombang. Kamis (17/6/2021)

Sekretaris DPD SSI, Pipit Priyanto mengatakan hearing ke DPRD Jombang untuk meminta solusi terbaik bagi sopir angkudes karena adanya bis tayo dan sepur kelinci yang masih beroperasi. 

“Sudah lama ada kesepakatan yang sudah terjadi dengan perantara Dinas Perhubungan dan Polres Jombang tetapi masih ada pelanggaran dari bis tayo dan kelinci maupun odong – odong,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan  Kabupaten Jombang, Hartono mengatakan, Disbub berpedoman pada kesepakatan, tidak bisa melangkah sendiri karena ada aturan yang harus dipatuhi. Sedangkan Dinas Perhubungan itu membina dan mensosialisasikan apa yang sudah disepakati.

“Selanjutnya akan rundingkan dengan Kasat Lantas, apa ada pertemuan lagi untuk mempertemukan kedua pihak atau tidak,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Rudi Purwanto mengatakan, sopir angkudes mengusulkan kepada Satlantas Polres Jombang tentang operasional bis tayo, sepur kelinci maupun odong – odong karena lahannya diambil yang ujungnya masalah penumpang.

“Memang mereka sudah ada kesepakatan satu tahun yang lalu tetapi Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jombang menganggap pihak odong – odong melanggar kesepakatan itu dan kita belum ketemu. Akan kita pertemukan kalau ingin kesepakatan bersama lagi dengan memanggil pengurus odong – odong,” jelasnya.

Sedangkan Miftahul Huda Wakil Ketua Komisi C DPRD Jombang menerangkan hasil pertemuan tersebut ada tiga kesepakatan, pertama dengan tetap melaksanakan keputusan tahun 2020 dan tetap dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Untuk yang kedua, dilaksanakan pertemuan antara SSI dan teman odong -odong dan yang ketiga ada sosialisasi penegakan hukum, menyadarkan mereka untuk segera sosialisasi dan melaksanakan peraturan bersama tersebut. 

“Kami berharap, setelah pertemuan ini agar Kepolisian segera meningkatkan pengawasan dan pendalaman dengan meningkatkan penegakan kepada bis tayo, kereta kelinci maupun odong – odong yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (lis)