Caption foto : Nugroho saat asik buat kursi

mediapetisi.net -Drum bekas menjadi masalah seiring minimnya upaya pengelolaan dan pemanfaatan. Padahal, dengen sentuhan tangan-tangan kreatif, benda-benda yang tak berguna bisa kembali dimanfaatkan. Tak sekadar daur ulang, tapi juga punya nilai keindahan

Jalan satu-satunya berkreasi, pemanfaatan drum bekas dan ban bekas agar tetap bisa digunakan dan tidak berakhir menjadi sampah. Dengan sedikit kreatif, barang bekas tersebut bisa memiliki nilai ekonomis tinggi.Seperti yang dilakukan warga desa Jombok Kabupaten Jombang,  Limbah drum didaur ulang menjadi kursi, dan meja mungil. Ditambah dengan warna-warni cat yang menarik, dan tulisan kreatif menjadikan barang bekas sebagai furniture yang unik. Kepala Desa Jombok Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang dan Warganya memanfaatkan limbah drum bekas minyak untuk menjadi produksi furnitur berupa kursi dan meja yang menarik. Selasa (2/7/2019)

Kepala Desa Jombok Nugroho Adi Wiyono ketika dikonfirmasi mengatakan pemanfaatan limbah yang cukup menarik. Furniture drum bekas tersebut bahkan mampu memberikan kesan elegan dan unik. Menariknya, furnitur ini dapat ditempatkan di dalam ruangan maupun di luar atau tempat terbuka. Bentuk dan motif yang fleksibel, menjadikan furnitur ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan perabot rumah tangga, melainkan juga cafe, restoran, dan hotel.

“Awalnya hanya coba-coba, karena pikiran saya banyak limbah yang bisa dimanfaatkan untuk membuat yang unik, bagus, berkualitas dan bernilai ekonomis. Ternyata hasilnya sangat bagus dan menarik, akhirnya saya mengajak warga untuk memanfaatkan limbah drum minyak,” ungkapnya. 

Sejumlah drum bekas untuk coba-coba. Dalam seminggu, Nugroho berhasil membikin kursi dan meja, meski mulanya tanpa bekal kemampuan. “Setelah coba-coba, saya ajak seorang teman yang ahli las. Akhirnya kami mulai memproduksi dan mempromosikan di teman-teman serta di Facebook. Alhamdulilah banyak orang yang tertarik dan mulai ada yang pesan satu set Furniture dari limbah drum minyak. Satu set Furniture kami beri harga sebesar 1,4 juta,” ucapnya.

Tidak hanya limbah drum bekas minyak, Nugroho dan warga juga memanfaatkan limbah ban bekas mobil untuk furniture kursi. Hasilnya juga bagus dan menarik dan mendapat respon dari masyarakat.

“Saya ingin mengembangkan usaha pemanfaatan limbah drum minyak dan ban untuk furniture sehingga warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Untuk harga kursi dari ban sekitar Rp 100. 000,- per biji. Harga sesuai model, besar kecil, dan tingkat kerumitan,” pungkasnya. (yun)