Caption Foto : Gus Wabup saat melihat kerajinan warga

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) lakukan percepatan peningkatan ekonomi masyarakat melalui Inkubator Bisnis dibuka Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid. Dihadiri Asisten Administrasi Umum Syaiful Anwar, Kepala Disdagrin Suwignyo, Kadis Kominfo Endro Wahyudi, Forkopimcam Diwek, Kepala Desa se-Kecamatan Diwek, serta seluruh peserta pelatihan incubator bisnis, bertempat di Pendopo Desa Kedawong, Kecamatan Diwek. Rabu (30/4/2025)

Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid mengapresiasi para pelaku usaha kecil maupun menengah yang ada di Kabupaten Jombang. Pelaku usaha di Kabupaten Jombang merupakan kekuatan utama dalam mendorong ekonomi di Kabupaten Jombang.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dan meningkatan kreatifitas serta produktifitas dengan maksimal. Incubator Bisnis merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kualitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sejalan dengan visi untuk mewujudukan Jombang maju dan sejahtera untuk semua,” harap Gus Wabup panggilan akrab Wakil Bupati Jombang.

Gus Wabup mengungkapkan, incubator bisnis merupakan suatu bentuk perhatian dari Pemerintah untuk menilai dan mendukung tumbuh kembangnya sektor riil yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

“Kami berharap peningkatan IKM dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Daerah yang berkelanjutan, dengan fasilitasi seperti ini pelaku usaha lebih mampu untuk mengembangkan kreatifitas dan kualitas produksinya sehingga produk-produk Jombang dapat dikenal lebih luas baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten  Jombang Suwingyo ketika diwawancarai, tujuan dari program inkubator bisnis yakni untuk mendukung pengembangan bisnis, meningkatan inovasi, serta meningkatan ekonomi para pelaku usaha baik kecil maupun menengah.

“Inkubator bisnis ini suatu bentuk perhatian dari pemerintah guna untuk mengembangkan suatu produk yang sudah ada melalui pelatihan seperti branding, packing, serta marketing,” ujarnya.

Adapun beberapa pelatihan usaha yang dilakukan oleh Disdagrin yakni pelatihan menganyam bambu yang bertempat di Desa Grogol, pelatihan pembuatan tape ketan hijau di Desa Kedawong, serta pelatihan membuat cobek di Desa Kademangan.

“Kami berharap kepada pelaku usaha untuk membuat suatu produk unggulan asli Jombang serta dengan mengantongi legalitas dan ijin yang cukup,” paparnya.

Suwignyo juga mengajak para pelaku usaha untuk melakukan marketing melalui produk digital. Selain itu bagi masyarakat yang putus sekolah maupun putus kerja agar melakukan produksi suatu produk semacam ini, pungkasnya. (yn)