Caption Foto : Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Abdul Wahab didampingi Kabid Observasi Lilik saat menanam pohon

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan Aksi Tanam Pohon dalam rangka Jombang Sedekah Oksigen dan Program Permata memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup Miftahul Ulum diwakili Sekretaris Abdul Wahab. Dihadiri Danramil 0814/17, Perwakilan Camat dan Kapolsek, Kepala Cabang Dinas Kehutanan wilayah Nganjuk, Administratur Perhutani KPH Jombang, Kepala Desa beserta perangkat desa dan para pegiat lingkungan. Bertempat di Pasar Wisata Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Selasa (10/12/2024)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupat3n Jombang Miftahul Ulum melalui Sekretaris Abdul Wahab menyampaikan aksi tanam pohon dalam rangka Jombang sedekah oksigen dan program permata memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yqng diperingati setiap tanggal 28 November.

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia pertama kali dicanangkan pada tahun 2008 melalui keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 24 tahun 2008. Keputusan ini menggarisbawahi bahwa penanaman pohon adalah salah satu upaya strategis untuk mengatasi masalah deforestasi, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

“Sedangkan tema Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2024 adalah mitigasi bencana dan tanggap bencana, menanam pohon dapat menjadi langkah kecil untuk menjaga alam dan lingkungan serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim,” terangnya.

Pemerintah kabupaten Jombang melaksanakan kegiatan aksi tanam pohon tersebut untuk mengkampayekan Jombang sedekah oksigen dan mendukung program permata yang ada di desa Carangwulung. Peringatan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon.

“Menanam pohon merupakan aksi nyata untuk menjaga lingkungan dan masa depan bumi. Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia diantaranya, menanam pohon di rumah, sekolah, atau tempat kerja, menggunakan tanaman produktif seperti pohon buah, mengikuti kampanye penghijauan yang diadakan oleh pemerintah ataupun komunitas,” papar Wahab.

Selain itu, pohon memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem. Selain sebagai penyedia oksigen, pohon juga berfungsi dalam penyerapan karbondioksida, pengatur siklus air, serta pencegah erosi tanah. Oleh karena itu, penanaman pohon adalah tindakan konkret yang dapat dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup berbagai spesies, termasuk manusia.

Dalam kesempatan ini pemerintah kabupaten Jombang berkolaborasi dengan stakeholder terkait yaitu Dinas Kehutanan wilayah Nganjuk, Kodim 0814, lembaga pendidikan, kelompok-kelompok pegiat lingkungan yang ada di kabupaten Jombang untuk bersama-sama melakukan aksi tanam pohon.

“Sedangkan jumlah total pohon yang ditanam sebanyak 2.450 pohon yang terdiiri dari pohon durian, alpukat, sawo, nangka, kemiri dan trembesi. Adapun sebanyak 500 bibit pohon trembesi merupakan bantuan partisipasi dari Kodim 0814 Jombang. bibit pohon ini ditanam di sekitar sempadan sungai, lahan kritis dan sumber mata air di desa Carangwulung, Sambirejo, Wonomerto, Wonosalam dan desa Made kecamatan Kudu,” jelas Wahab.

Upaya menanam pohon jenis apapun merupakan langkah untuk menjaga daya dukung alam dan lingkungan sebagai sedekah oksigen bagi dunia. jumlah oksigen yang dihasilkan oleh satu pohon bervariasi tergantung pada jenis, usia, ukuran, dan kesehatan pohon. Rata-rata, satu pohon dapat menghasilkan sekitar 1,2 kg oksigen per hari . Dengan bersedekah 2.450 pohon berarti Jombang telah bersedekah paling sedikit 2.940 kg oksigen per hari dan menjadi langkah awal untuk mewujudkan tahun 2060 net zero emission.

Aksi tanam pohon ini sejalan dengan program permata (perlindungan mata air dan hutan) yang ada di desa Carangwulung. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penanaman pohon yang bertujuan untuk perlindungan mata air dan lahan kritis. penanaman pohon merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki kerusakan lahan serta mencegah meluasnya lahan kritis.

“Keberhasilan dalam melestarikan lingkungan juga sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Untuk itu, kepada semua pihak diharapkan dapat berperan serta dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan mendukung keberlanjutan lingkungan. HMPI lebih dari sekedar hari peringatan, ini adalah panggilan untuk seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta, maupun individu, untuk berkolaborasi dalam merawat bumi. Setiap orang, dari yang muda hingga yang tua, dapat berkontribusi dengan cara menanam pohon di lingkungan sekitar mereka, serta menjaga dan merawat pohon yang sudah ada,” pungkas Wahab. (yn)