Caption Foto : Pj Bupati Jombang didampingi Pj Ketua TP-PKK, Asisten 1, Staf Ahli dan Plt Kepala Disnaker saat membuka Job Fair 2024

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Job Fair atau bursa kerja tahun 2024 dengan menyediakan 2.414 lowongan pekerjaan yang berasal dari 23 perusahaan berbeda dibuka oleh Pj Bupati Jombang Sugiat di Auditorium Universitas Darul Ulum Jombang. Rabu (26/6/2024)

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang Nikmatusholihah menyampaikan Job Fair diselenggarakan untuk mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (PTP) di Kabupaten Jombang. TPT di Kabupaten Jombang sendiri saat ini masih 4,66 persen atau 35.334 orang.

Selain itu, ketidakseimbangan antara persediaan lowongan dan kebutuhan tenaga kerja menjadi salah satu faktor penyebab pengangguran. Padahal setiap tahun pencari kerja semakin meningkat, sedangkan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia terbatas.

Caption Foto : Antusias para pencari kerja terpantau sangat tinggi, mereka berdatangan mengunjungi berbagai stand perusahaan penyedia lowongan pekerjaan

“Dari kendala tersebut perlu diselenggarakan Job Fair dengan tujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan, penerapan sistem rekruitmen tenaga kerja secara transparan dan kompetitif serta untuk menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka,” terangnya.

Menurut Nikma, sampaitanggal 25 Juni kemarin, sebanyak 1.075 pelamar kerja yang mendaftar secara online. Jumlah tersebut berasal dari 49 persen lulusan SMK, 23 persen lulusan SMA dan 24 persen lulusan S1.

“Disisi lain selama kurun waktu Januari hingga Juni 2024, Disnaker Jombang berhasil memfasilitasi 1.757 orang hingga mendapatkan pekerjaan yang terdiri dari penempatan oleh Bursa Kerja Khusus (BKK) sebanyak 1.073 orang, oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebanyak 438 orang dan calon pekerja migran 246 orang,”‘jelasnya.

Pada kesempatan ini juga, BKK dari SMK PGRI 1 Jombang dan LPK swasta Bagun Karya mendapatkan penghargaan dari Pj Bupati Jombang. Penghargaan diberikan atas keberhasilannya menempatkan tenaga kerja terbanyak di semester 1 tahun 2024.

Sementara itu, Pj Bupati Jombang Sugiat mengatakan bahwa cara mengatasi pengangguran bisa dilihat dari berbagai sektor yang ada di Jombang. Menurutnya yang masih menjadi unggulan di Jombang adalah sektor pertanian, namun sayangnya sektor pertanian tidak begitu diminati generasi muda.

“Yang paling memungkinkan adalah sektor industri, maka strateginya adalah bagaimana mengundang para investor bisa menginvestasikan modalnya di Jombang. Karena salah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran suatu masyarakat dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi adalah tingkat pendapatan,” ungkapnya.

Semua dapat diwujudkan dengan menghilangkan stigma negatif di kalangan investor. Bentuk konkritnya adalah mempermudah perizinan, salah satunya membetuk Mall Pelayanan Publik yang saat ini sudah bisa diakses, selain itu adalah membentuk tim pengamanan investasi.

Sehingga strategi pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Jombang antara lain melalui bursa kerja/job fair, perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan kelompok masyarakat dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja. Ketiadaan pendapatan memaksa penganggur mengurangi pengeluaran konsumsi, yang pada akhirnya menurunkan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.

“Kepada 23 perusahaan yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas keikutsertaannya dalam mengikuti kegiatan Jombang Job Fair 2024. Semoga dapat merekrut pencari kerja yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial atau formalitas belaka, tetapi benar-benar dapat membuka lapangan kerja bagi Masyarakat Jombang,” tandas Pj Bupati Sugiat. (yr)