Caption Foto : Pj Bupati Jombang bersama Anggota DPR RI, Ketua KTNA Jatim dan Kepala BBWS saat meninjau pintu Dan Karet yang jebol
mediapetisi.net – Keluhan sejumlah petani akibat jebolnya satu pintu air Dam Karet Jatimlerek Sungai Brantas Jombang, yang ada di Desa Jatimlerek Kecamatan Plandaan mendapat respon cepat dari Pj Bupati Jombang Sugiatblangsung turun lapangan menjawab keluhan warga dengan meninjau lokasi jebolnya Dam Karet. Kamis (16/05/2024)
Dalam kunjungan tersebut hadir juga Sadarestuwati anggota DPR RI Komisi V, Ketua KTNA Jawa Timur Sumrambah, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Jawa Timur Hendra Ahyadi, Kepala OPD dari Dinas PUPR Jombang, Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Camat, Kepala Desa di Kecamatan Plandaan serta Kepala Desa di Kecamatan Ploso.
Pj Bupati Jombang Sugiat mengatakan, laporan dari dinas terkait, 1700 hektar lahan pertanian di beberapa desa sekitar akan terdampak kerusakan Dam Karet Jatimlerek. Masalah ini sangat genting mengingat sektor unggulan Jombang adalah pertanian. Terlebih saat ini Jombang menjadi salah satu lumbung pangan Provinsi Jawa Timur urutan ke 11 dari 38 Kabupaten/Kota.
“Saya mendapat laporan ini kira-kira satu minggu yang lalu. Saya Kepala Dinas terkait untuk segera diatasi karena tidak ada persoalan yang tidak bisa kita atasi. Kepala Dinas menanggapi dan menjelaskan itu tidak hanya menjadi kewenangannya Pemkab namun juga kewenangan BBWS Brantas. Maka saya perintahkan segera dikoordinasikan dan dikonsultasikan bagaimana penyelesaiannya ini,” terangnya.
Semua pihak dalam hal ini telah mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan kewenangannya. Dinas PUPR berkoordinasi dengan BBWS dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi (PU SDA Prov) Jawa Timur tentang penyiapan 3 pompa, Dinas Pertanian berkoordinasi dengan Gapoktan dan Hippa tentang rencana tanam dan pola tanamnya serta DPMD berkoordinasi dengan Kepala Desa tentang penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dan Belanja Tak Terduga. Sebab secara pengelolaan dam ikut BBWS, sedangkan DI (Daerah Irigasi) Jatimlerek ikut kewenangan provinsi.
Andil Pj Bupati terkait masalah Dam Karet Jatimlerek tidak berhenti sampai tinjauan dan kunjungan saja. Pihaknya akan selalu mengawal penyelesaian musibah ini dengan semangat “Derap Langkah Sigap”. Maknanya, persoalan Dam Karet Jatimlerek terus dikawal dan terus dikontrol supaya tidak merugikan petani dan masyarakat sekitar.
Pemerintah Daerah membantu permasalahan tersebut dengan mengambil langkah memberikan bantuan BBM selama 2 bulan, mulai bulan Mei 2024 sampai Juni 2024. Membantu melakukan pengerjaan kisdam intake Jatimlerek dengan sandbag. Serta menyusun jadwal gilir di Daerah Irigasi Jatimlerek dan mengkoordinasikan antara petani dengan Dinas Pertanian tentang perubahan pola tanam di daerah irigasi Jatimlerek.
“Penyelesaian masalah ini harus dikontrol, jangan sampai ini selesai lalu tidak jelas pembagian airnya dan tidak jelas ribut antar desa. Masalah teknis seperti ini harus dikontrol, dan yang mengontrol harus dinas-dinas terkait dan kepala OPD. Saya mohon doa restunya agar dapat menjaga amanah Bapak/Ibu dalam menyelesaikan masalah ini dan menjadikan Jombang ke arah yang lebih baik,” ungkap Sugiat.
Kehadiran Pj Bupati merupakan bentuk rasa tanggungjawabnya yang telah menjabat selama tujuh bulan ini berkomitmen melaksanakan permintaan warga, yaitu menjadi pemimpin yang bersih, tegas dan responsif dalam mengatasi persoalan jaringan irigasi Jatimlerek, dengan harapan agar area sawah di sebagian Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso bisa teraliri kembali.
“Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, pompa air dari PU SDA Provinsi sudah ada di Dam Jatimlerek dengan kapasitas 500 lt/det. 1 buah pompa air dari PU SDA Provinsi dengan kapasitas 300 lt/det. Untuk pompa air dari BBWS dengan kapasitas 400 lt/det akan trial sambil menunggu kisdam di intake Jatimlerek. BBM sudah disiapkan untuk mensupport pompa air dari BBWS dengan kebutuhan 25 liter pertama dan akan beroperasi 12 Jam sehari, karena pemakaian maksimal 12 jam. Sedangkan untuk 2 Pompa dari PU SDA Provinsi BBM disediakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelas Sugiat.
Sementara itu, Kepala BBWS Brantas Hendra Ahyadi menyampaikan penyebab kerusakan Dam Karet Jatimlerek karena usia, dam karet ini sudah berdiri lama. Dalam operasionalnya, selama ini ada benturan material sedimen batu sehingga terjadi kebocoran atau sobek. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilakukan penggantian secara utuh. Tahun ini kita komitmen untuk menetapkan desainnya. Dam Karet Jatimlerek ini terakhir diperbaiki pada tahun 2015,” tandasnya.
Setelah meninjau dam karet Jatimlerek Plandaan Pj Bupati Sugiat dan rombongan membahas mengenai kemajuan Kabupaten Jombang diantaranya mencoba memberikan solusi bagi petani di daerah Plandaan yang terimbas bocornya salah satu dam karet. Dengan koordinasi, kolaborasi dan komunikasi yang baik, kerja ikhlas secara kolektif ini akan menjadikan segala persoalan menjadi tuntas, dan tidak akan terjadi kebocoran lagi. (yr)










