Caption Foto : Siswa SDI El Wahid Tamoingmojo saat Wisata Edukasi ke Museum Trowulan

mediapetisi.net – SDI EL Wahid Tampingmojo Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang melaksanakan kunjungan wisata budaya di Museum Majapahit (Trowulan Mojokerto) dalam rangka mengisi kegiatan akhir semester ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023. Selasa (20/12/22) 

Kepala Sekolah SDI EL WAHID Tampingmojo Erna Ulifa, S. Pd menyampaikan kunjungan wisata budaya di Museum Majapahit (Trowulan Mojokerto) dilakukan untuk mengisi kegiatan akhir semester ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023.

“Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan kembali keragaman budaya Nusantara kepada para siswa. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit dan masuknya agama islam di Pulau Jawa dengan adanya makam Troloyo yang terletak tidak jauh dari museum oleh pemandu wisata,” terangnya.

Menurut Erna Ulifa, Kegiatan tersebut  termasuk Wisata Edukasi yang efektif dan menyenangkan untuk pembelajaran bagi peserta didik khususnya siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Karena selain pemandu wisatanya yang ramah juga penyampaiannya mudah diterima siswa sehingga peserta dapat puas bereksplorasi seluruh isi museum dan candi di sekitar museum.

“Mendengar kata museum mungkin terdengar sesuatu yang kuno dan tua, bahkan bisa dibilang membosankan bagi kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Namun berbeda dengan kami dari SDI EL Wahid Tampingmojo, kami menganggap Kegiatan ini termasuk Wisata Edukasi yang efektif dan menyenangkan untuk pembelajaran bagi peserta didik khususnya siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) karena selain pemandu wisatanya yang ramah juga penyampaianya mudah diterima siswa,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Erna Ulifa berharap dengan kegiatan tersebut dapat membentuk karakter siswa agar lebih cinta budaya dan sejarah nenek moyang bangsa Indonesia. 

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini akan terbentuk karakter siswa agar lebih mencintai budaya dan sejarah nenek moyang bangsa indonesia yang memiliki keberagaman budaya, sehingga menjadi generasi yang luwes dalam menyikapi tantangan zaman milenial serta meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan,” harapnya. (lis)