Caption Foto : Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang menggelar Tobacco Agropreneur Day
mediapetisi.net – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang menggelar Tobacco Agropreneur Day (Hari Agropreneur Tembakau) pada Jombang Fest 2025 di Alun-Alun Jombang. Minggu (26/10/2025)
Kegiatan Tobacco Agropreneur Day dikemas dengan talk show dan bimbingan teknis (bimtek) tersebut merupakan rangkaian Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang ke 115. Tujuannya untuk mendorong lahirnya petani tembakau muda yang kreatif dan berjiwa wirausaha.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir. Much Rony MM mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk mengubah pola pikir petani agar tak hanya mahir menanam, tetapi juga mampu membaca peluang usaha.
”Kami ingin menumbuhkan generasi muda pertanian yang kreatif, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkapnya.
Rony menjelaskan, peserta bimtek mendapatkan materi lengkap mulai dari manajemen usaha tani, inovasi produk, pemasaran digital, hingga akses pembiayaan. Upaya tersebut dilakukan agar petani tembakau bisa meningkatkan nilai tambah dari hasil panennya.
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mencatat, potensi tembakau Jombang masih sangat besar. Hingga September 2025, luas tanam tembakau mencapai 5.853 hektare dengan produktivitas daun basah mencapai 15–17 ton per hektare.
“Sedangkan sebaran lahan tembakau terkonsentrasi di wilayah utara Sungai Brantas, seperti Kecamatan Ploso, Kudu, Plandaan, Ngusikan, dan Kabuh. Di daerah itu ada semboyan Mati Urip Nandur Tembakau yang mencerminkan semangat dan keteguhan petani terhadap komoditas ini,” jelas Rony.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Jombang pada tahun 2025 mengalokasikan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian. Diantaranya 5 unit motor angkut roda tiga, 5 unit hand traktor, 350 ton pupuk NPK tembakau, 10 mesin perajang, serta pembangunan jalan usaha tani dan jaringan irigasi.
“Selain itu, melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), pemerintah juga fokus gkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan budidaya, pascapanen, demplot pembenihan, dan pengembangan kemitraan,” terang Rony.
Bimtek tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Di antaranya Prof Djajadi dari BRIN, Anung Suprayitno dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jombang Ibrahim Hadi Wibowo, serta Faisol petani milenial peraih Juara I Agropreneur Muda Tembakau Jawa Timur.
Kehadiran Faisol menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta. Ia membagikan pengalamannya mengembangkan inovasi tembakau agar memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menembus pasar modern.
“Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan kolaborasi lintas sektor, Tobacco Agropreneur Day diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi petani tembakau Jombang sekaligus menyiapkan generasi agropreneur muda yang tangguh dan berdaya saing,” pungkas Rony. (yn)









