Caption Foto : Staf Ahli Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati saat sambutan
mediapetisi.net – Wujudkan Wonosalam menjadi lebih maju, Pemerintah Kabupaten Jombang mengajak kolaborasi dari seluruh lintas sektor. Selain itu berkomitmen untuk terus mendukung pengembangsn Wonosalam dengan menetapkannya sebagai kawasan titik pertumbuhan ekonomu baru (Growth Pole) dalam dokumen RPJMD 2025 – 2029.
Upaya guna mendukung Wonosalam, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang gelar Talkshow Generasi Emas Jombang dengan tema “Strategi Jitu Menuju Wonosalam Maju” menjadi rangkaian Jombang Fest 2025 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Jombang ke 115.
Narasumber Talkshow Generasi Emas Jombang, diantaranya Wakil rektor IV Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya Prof. Agus Muhammad Hatta dan Kepala Departemen Teknik Sistem dan Industri FTI ITS Surabaya. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang. Selasa (21/10/2025)
Bupati Jombang Warsubi yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati menyampaikan bahwa telah diketahui dan sepakat, Wonosalam memiliki potensi luar biasa, alamnya subur, udaranya sejuk, tanahnya menghasilkan kopi dan durian terbaik, serta masyarakat terkenal ramah, religius, dan gotong royong.
“Wonosalam memiliki potensi besar belum sepenuhnya menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing, masih ada tantangan untuk meningkatkan produktivitas petani, memperkuat kelembagaan ekonomi rakyat, dan menciptakan nilai tambah dari produk lokal,” terangnya.
Sri juga menjelaskan, Wonosalam sebagai kawasan strategis berbasis pertanian, pariwisata, dan inovasi lokal merupakan salah satu wilayah dibagian selatan Kabupaten Jombang yang memiliki karakteristik geografis khas daerah pegunungan.
“Kondisi agroklimat yang sejuk, kelembapan udara tinggi, serta tanah yang subur menjadikan Wonosalam sangat potensial untuk pengembangan berbagai komoditas unggulan pertanian, perkebunan, hortikultura dataran tinggi seperti kopi, durian, salak, alpukat, dan sayuran,” jelasnya.
Dalam kesempatan kali ini, Pemkab Jombang mendatangkan narasumber dari kalangan akademisi yang mumpuni, ahli dalam penelitian, dan merupakan orang asli Jombang sendiri.
“Dengan demikian, harapan setelah ini kita semua dapat memperoleh masukan strategis dan solusi konkrit yang bisa langsung diterapkan dalam upaya memajukan Wonosalam,” pungkasnya. (yn)









