Caption Foto : Pj Gubernur Adhy Karyono saat menemui ribuah buruh di depan kantor Gubernur Jatim.

mediapetisi.net – Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono menemui ribuan buruh dan menyerap aspirasi untuk tidak menaikkan nilai cukai rokok, yang bakal berdampak pada perusahaan dam berpotensi terjadinya pengurangan tenaga kerja.

Penyerapan aspirasi untuk tidak menaikkan nilai cukai rokok ini diutarakan Adhy Karyono setelah bertemu ribuan pekerja di kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional.  Rabu (1/5/2024)

“Tetapi yang kami tadi setujui sekali adalah bagaimana kesejahteraan itu tergantung dari dana bagi hasil cukai rokok yang tadi senafas kami antara industri, pekerja juga kami pemerintah sangat mendukung. Karena bagi hasil rokok ini kalau dapatnya lebih besar maka untuk kesejahteraan buruh pasti bisa tercover semua,” kata Adhy Karyono.

Dengan bagi hasil dari cukai rokok tersebut dapat mengcover BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan hingga bansos dan pemberdayaan bagi buruh. Disamping menyerap aspirasi tidak naiknya cukai rokok, Adhy Karyono juga menerima 11 tuntutan lain seperti pengawasan layanan kesehatan untuk buruh, revisi Undang-Undang cipta kerja hingga membangun kawasan monumen Marsinah di Nganjuk.

“Dan juga tuntutan evaluasi pada instansi yang melaksanakan manajemen ketenagakerjaan dan juga ada unit reaksi cepatnya dari untuk pengawasan terhadap persoalan-persoalan kasus-kasus ketenagakerjaan,” tuturnya.

“Ada patung Marsinah, mereka memperjuangkan khususnya di Nganjuk. Patungnya sudah ada tetapi kelihatannya tidak terawat, tidak ada tamannya, kami menyanggupi dengan pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk membangun kawasan itu sebagai Monumen yang bagus, tempat destinasi yang bisa mengingatkan kita bahwa perjuangan buruh oleh Marsinah itu sangat terjadi peristiwa yang perlu menjadi evaluasi kita untuk kesejahteraan buruh,” sambungnya.

Dari tuntutan buruh ini, Pj Gubernur Jatim akan menyalurkan aspirasinya ke pemerintah pusat sebagai pembuat regulasi ketenagakerjaan.

“Yang membuat kewenangan, yang membuat kebijakan adalah kewenangan pusat sehingga tugas kami tadi lebih banyak mendukung, menerima masukan dan akan menyampaikan kepada pemerintah pusat termasuk kita memfasilitasi audiensi dengan pemerintah pusat, apakah pak Presiden, Menko ekonomi, Menko Polhukam,” jelasnya.

Seperti diketahui, peringatan hari buruh internasional di depan kantor Gubernur Jatim yang dihadiri ribuan buruh dari berbagai wilayah di Jawa Timur berlangsung tertib meski Jalan Pahlawan ditutup untuk acara mayday 1 Mei. (hms/yr)