Caption Foto : Pj Bupati Jombang saat pimpin Rakor

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Halal Bihalal Satgas Pangan dipimpin Pj Bupati Jombang Sugiat didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Yayuk Sugiat Dwi Irawanti Sugiat. Hadir juga Perwakilan Kepala Bulog dan BUMD, jajaran Kepala OPD, Staf Ahli dan Asisten. Bertempat di Aula kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Ketaprik) Kabupaten Jombang. Jumat (26/04/2024)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Nur Kamalia menyampaikan Rakor Satgas Pangan dilaksanakan dalam rangka memantau ketersediaan, distribusi, keamanan pangan, stabilisasi harga dan pasokan bahan pangan kebutuhan pokok masyarakat di daerah, serta upaya penanganan inflasi harga melalui gerakan bersama, pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.

“Satgas Pangan saat ini memiliki jargon baru yaitu “Stop Boros Pangan”. Ini adalah ide baru untuk merangkul masyarakat agar menghabiskan makanan atau tidak membuang-buang makanan,” ungkapnya.

Dinas Ketaprik sepanjang tahun 2024 telah mempersiapkan tujuh action plan antara lain Gerakan Pangan Murah yang dilakukan selama 12 kali, pemantauan harga dan pasokan tingkat konsumen dan produsen yang dilakukan setiap hari, pemantauan stok dan pasokan distributor yang dilakukan setiap bulan, penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), launching Desa Mandiri Pangan (DEMAPAN) dan pengembangan DEMAPAN, persiapan pengembangan lokus DEMAPAN 25 yang dilakukan penambahan dua desa, dan terakhir program Giat Edi Mur.

“Giatkan Edukasi dan Pasar Murah Keliling. Dinas Ketaprik juga melaporkan CPPD 2024, yaitu stok beras yang awalnya mencapai 169,23 ton, saat ini telah tersalurkan ke masyarakat dan tersisa 108,565 ton. Terkait pemantauan harga, kami ada petugas pemantau, secara rutin mengirim laporan ke Badan Pangan Nasional,” terang Nur Kamalia.

Sementara itu, Pj Bupati Jombang Sugiat mengatakan Data Neraca Pangan Strategis yang menunjukkan surplus untuk komoditas beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging, telur, gula dan minyak.

“Jangan gampang percaya dengan angka-angka yang ada, harus dicek lagi ke lapangan. Jangan hanya percaya data di atas kertas. Kita harus ke lapangan, cek betul apa terjadi. Seperti contoh hari ini, di lapangan harga bawang merah sedang tinggi,” tegas Sugiat.

Sehubungan dengan kondisi sekarang Sugiat menyampaikan perlu suatu terobosan inovasi yaitu dengan peningkatan penyediaan pangan, distribusi pangan, penganekaragaman pangan, keamanan pangan, pencegahan dan penanggulangan masalah pangan dan gizi, serta melakukan monitoring evaluasi secara rutin terkait ketersediaan, kelancaraan distribusi, dan fluktuasi harga bahan pangan di Kabupaten Jombang.

Pembangunan Ketahanan Pangan bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan yang mampu menjamin ketersediaan pangan ditingkat nasional maupun daerah hingga rumah tangga. Pembangunan ini dapat menjamin konsumsi pangan yang cukup, beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) di tingkat rumah tangga, melalui pemanfaatan sumber daya dan budaya lokal, teknologi inovatif dan peluang pasar, peningkatan ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan.

“Saya yakin kalau itu berhasil, program kita dalam pengentasan kemiskinan ekstrem akan berdampak. Program menurunkan stunting berdampak jika betul program ketahanan pangan ini berjalan dengan baik,” jelas Sugiat.

Selain memantau perkembangan harga dan stok pangan, Pj Bupati Sugiat juga memperhatikan kesejahteraan petani di Kabupaten Jombang. Tahun kemarin pas saya panen jagung harganya bagus. Panen tahun ini untuk bayar sewa saja tidak cukup, apalagi hasilnya,” jelas Pj Bupati Sugiat.

Selain melakukan koordinasi terkait ketahanan pangan, Dinas Ketaprik selaku inisiator kegiatan bekerjasama dengan Prima Fresh Mart dan Bulog juga menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat Kabupaten Jombang. Komoditas yang dijual antara lain minyak goreng harga Rp 33.000,00 per dua liter, aneka nugget dan sosis dengan kisaran harga Rp 10.000,00 – Rp 12.000,00 per tiga pcs, ayam utuh 900 gram-1kg dengan harga Rp 31.500,00 per ekor, beras SPHP dengan harga Rp 51.000,00 per lima kg, beras premium dengan harga Rp 69.500,00 per lima kg, dan gula Rp 17.500,00 per kg. (yr)